Chery Tiggo 8 CSH Diklaim Hemat Biaya Operasional hingga 50%, Mobilitas 1.200 Km Cuma Rp506 Ribu

Chery TIggo 8 CSH

OTO Mounture — Di tengah fluktuasi harga energi global dan kenaikan harga bahan bakar yang terus terjadi, biaya operasional kendaraan kini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi banyak keluarga di Indonesia.

Pengeluaran untuk bahan bakar, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh, semakin memberi tekanan terhadap anggaran rumah tangga. Dalam kondisi ini, efisiensi kendaraan tidak lagi sekadar nilai tambah, tetapi telah menjadi kebutuhan yang berdampak langsung pada perencanaan finansial pengguna.

Melalui pendekatan menyeluruh bertajuk Chery Family Care, Chery menghadirkan solusi efisiensi melalui inovasi teknologi Chery Super Hybrid (CSH) yang dirancang untuk membantu pengguna menekan biaya mobilitas sehari-hari.

Salah satu model yang mengusung teknologi ini adalah Chery Tiggo 8 CSH. SUV hybrid tersebut diklaim mampu memberikan penghematan biaya operasional hingga sekitar 50 persen dibandingkan mobil konvensional di kelasnya.

Berdasarkan simulasi penggunaan dengan asumsi harga BBM Rp12.300 per liter, berikut perhitungan biaya mobilitasnya:

– Rata-rata penggunaan dalam kota: 40 km per hari

– Total jarak tempuh per bulan: 1.200 km

– Konsumsi energi gabungan: 184 kWh listrik dan 15,8 liter BBM

– Total biaya mobilitas bulanan: sekitar Rp506.000

Dengan perhitungan tersebut, biaya operasional kendaraan dapat ditekan signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional di segmen yang sama.

BACA JUGA: Pasar EV Makin Sengit, Penjualan Mobil Listrik Polytron Justru Turun

Teknologi Chery Super Hybrid (CSH) dirancang untuk menghadirkan efisiensi menyeluruh melalui kombinasi teknologi mesin dan sistem penggerak modern.

Sistem ini mengandalkan mesin hybrid generasi terbaru ACTECO 1.5 TGDI yang memiliki tingkat thermal efficiency mencapai 44,5 persen. Mesin tersebut dipadukan dengan sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang memiliki efisiensi hingga 98,5 persen.

Kombinasi tersebut memungkinkan kendaraan menghasilkan konsumsi energi yang lebih optimal dibandingkan mobil konvensional.

Selain Tiggo 8 CSH, Chery juga menawarkan Tiggo 9 CSH yang membawa teknologi hybrid serupa. Efisiensi kendaraan ini bahkan sudah dirasakan langsung oleh pengguna dalam perjalanan jarak jauh.

Salah satu pengalaman datang dari konsumen bernama Leyana Riesca yang mencoba Tiggo 9 CSH saat perjalanan mudik dari Bogor ke Surabaya.

“Saya mencoba perjalanan mudik Bogor–Surabaya dengan gaya berkendara normal, kadang akselerasi, kadang santai. Menariknya, saya tidak perlu mengisi bensin sama sekali di tengah perjalanan. Efisiensinya sangat terasa, dan performa tenaganya juga mengesankan,” ujar Leyana.

Ia menambahkan, biaya perjalanan pulang-pergi dari Bogor–Surabaya–Bogor sejauh sekitar 1.600 km hanya menghabiskan sekitar Rp700 ribuan untuk bahan bakar, dan kurang dari Rp200 ribu untuk charging listrik.

Dengan demikian, total biaya energi perjalanan keluarga sejauh itu masih berada di kisaran Rp900 ribuan.

BACA JUGA: Penjualan Jaecoo di Indonesia Melonjak Februari 2026, Salip Banyak Merek dan Tempel Ketat BYD

Efisiensi tersebut diperkuat dengan kemampuan sistem kendaraan yang dapat beradaptasi secara otomatis antara mode pure EV dan Hybrid Electric Vehicle (HEV).

Perpindahan mode ini terjadi secara real-time mengikuti kondisi berkendara, sehingga penggunaan energi tetap optimal baik di jalan perkotaan, jalan tol, maupun medan menanjak.

Teknologi CSH sendiri telah melalui pengujian di lebih dari 20 negara dengan total jarak lebih dari 20.000 kilometer, mencakup berbagai kondisi jalan seperti area perkotaan, pegunungan, dan lalu lintas padat.

Hasil pengujian menunjukkan efisiensi energi yang konsisten tanpa mengorbankan performa maupun kenyamanan berkendara.

Sebagai tambahan, teknologi hybrid Chery juga dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik eksternal.

Fitur ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk menyalakan berbagai perangkat elektronik, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas luar ruang seperti camping atau perjalanan wisata.

Selain teknologi kendaraan, efisiensi juga dipengaruhi oleh kondisi mobil dan cara pengguna mengemudi.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menjaga tekanan ban sesuai standar, mengganti filter udara dan busi secara berkala, dan menghindari beban kendaraan berlebih.

Selain itu, gaya berkendara juga berpengaruh besar terhadap konsumsi energi. Akselerasi yang halus, menjaga kecepatan stabil, serta menghindari pengereman mendadak dapat membantu mengoptimalkan efisiensi kendaraan.

Penggunaan fitur kendaraan secara bijak, seperti pengaturan pendingin udara dan perangkat elektronik di dalam kabin, juga dapat membantu mengurangi beban kerja mesin.

(om/ril)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *