
OTO Mounture — Pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin kompetitif pada awal 2026. Di tengah persaingan yang kian sengit, penjualan mobil listrik dari Polytron justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil listrik Polytron dari pabrik ke jaringan diler atau wholesales menunjukkan tren menurun dalam dua bulan pertama tahun ini.
Pada Januari 2026, wholesales mobil listrik Polytron tercatat sebanyak 82 unit. Namun pada Februari 2026, angka tersebut turun menjadi 58 unit. Artinya terjadi penurunan distribusi sebesar 24 unit dalam waktu satu bulan.
Penurunan ini menunjukkan adanya perlambatan suplai kendaraan dari pabrikan ke jaringan diler di tengah dinamika pasar kendaraan listrik yang terus berkembang.
BACA JUGA: 7 Merek Oli Mobil Terbaik yang Banyak Dipakai di Indonesia, Bikin Mesin Lebih Awet
Meski demikian, data penjualan ritel justru menunjukkan tren berbeda. Penjualan dari diler ke konsumen mengalami peningkatan signifikan.
Pada Januari 2026, retail sales mobil listrik Polytron tercatat hanya 12 unit. Sementara pada Februari 2026 melonjak menjadi 97 unit.
Lonjakan penjualan ritel tersebut kemungkinan berasal dari penyerapan stok kendaraan yang sudah tersedia di jaringan diler pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA: Suzuki Catat Lonjakan Penjualan 64% pada Februari 2026, Didorong Efek Ramadan dan Kebutuhan Fleet
Dalam industri otomotif, perbedaan tren antara wholesales dan retail sales bukan hal yang jarang terjadi. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari strategi distribusi pabrikan, manajemen stok diler, hingga momentum permintaan konsumen.
Di sisi lain, pasar kendaraan listrik di Indonesia saat ini semakin ramai dengan kehadiran berbagai merek baru yang menawarkan beragam model dengan teknologi dan harga yang kompetitif.
Situasi ini membuat persaingan di segmen mobil listrik semakin ketat. Setiap produsen dituntut untuk mampu menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan penjualan agar tetap mampu bersaing di pasar yang terus berkembang.
(om/ril)








