
OTO Mounture — Leapmotor semakin menunjukkan taringnya di industri otomotif global. Sepanjang 2025, perusahaan ini mencatat lonjakan penjualan hingga 103% secara tahunan (year-on-year) dengan total pengiriman mencapai 596.555 unit.
Capaian tersebut menempatkan Leapmotor sebagai salah satu brand New Energy Vehicle (NEV) start-up paling berkembang di dunia, sekaligus mempertegas ambisinya untuk menantang dominasi pemain lama di pasar kendaraan listrik global.
Percepatan ekspansi Leapmotor tidak lepas dari dukungan strategis Stellantis, yang menginvestasikan sekitar €1,5 miliar untuk mengakuisisi 20% saham perusahaan.
Kedua pihak juga membentuk joint venture Leapmotor International, dengan Stellantis sebagai pemegang saham mayoritas (51%). Kolaborasi ini memberikan Leapmotor akses ke jaringan distribusi global, infrastruktur otomotif kelas dunia, dan standar kualitas internasional.
Langkah ini disebut membuka peluang ekspansi Leapmotor ke berbagai pasar internasional secara lebih cepat dan terintegrasi.
BACA JUGA: Viral Kampas Rem BYD Sealion 7 Habis di 2.900 Km, Pemilik Pertanyakan Garansi
Didirikan pada 2015, Leapmotor mengusung pendekatan inovatif dengan mengembangkan sekitar 65% komponen kendaraan secara mandiri (in-house).
Teknologi yang dikembangkan meliputi sistem penggerak listrik, perangkat lunak otomotif, intelligent driving system, dan smart cockpit. Pendekatan ini memungkinkan Leapmotor menghadirkan kendaraan listrik yang efisien, canggih, sekaligus kompetitif dari sisi harga.
Saat ini, Leapmotor telah hadir di lebih dari 40 negara, didukung oleh 850+ jaringan penjualan dan layanan di luar Tiongkok, serta lebih dari 1.850 titik layanan global. Ekspansi ini mencakup kawasan Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan.
Di Indonesia, Leapmotor akan hadir melalui kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai Agen Pemegang Merek (APM).
Kolaborasi ini mencakup pengembangan ekosistem kendaraan listrik, rencana produksi lokal, penguatan jaringan distribusi, dan layanan purna jual terintegrasi. Langkah ini diyakini akan mempercepat adopsi kendaraan listrik di pasar Indonesia yang terus berkembang.
Dengan pertumbuhan penjualan yang agresif, dukungan teknologi, serta kolaborasi global, Leapmotor kini berada dalam posisi kuat untuk menantang dominasi merek-merek besar di industri kendaraan listrik dunia.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Leapmotor akan menjadi salah satu pemain utama dalam transformasi mobilitas global menuju era elektrifikasi.
(om/ril)








