Penyebab Daya Aki Motor Drop

Ilustrasi – Foto: AHM

OTO Mounture — Baterai atau aki pada sepeda motor saat mengalami drop pastinya bakal menjadi masalah serius bagi pemilik sepeda motor. Sebab, banyak komponen kelistrikan sepeda motor yang bergantung pada tenaga listrik dari aki.

Mulai dari elektrik stater, sistem pencahayaan, dan lainnya. Oleh karenanya, pemilik sepeda motor perlu melakukan perawatan aki agar usia pakainya lebih panjang.

Dikutip dari laman Astra Honda Motor (AHM), berikut ini beberapa faktor penyebab kinerja aki drop.

1. Usia baterai

Semua aki memiliki masa pakai yang terbatas. Seiring waktu pemakaian, kinerja aki dapat menurun sehingga tak mampu lagi menyimpan dan menyalurkan daya listrik yang dibutuhkan komponen kelistrikan sepeda motor.

2. Pengisian yang tidak tepat

Sebagian besar sepeda motor menggunakan sistem pengisian baterai atau aki otomatis, tapi pengisian berlebih (overcharging) atau penggunaan perangkat pengisian yang tidak cocok dapat merusak aki.

Normalnya, pengisian daya aki tidak boleh lebih atau kurang. Pengisian aki berlebih atau overcharging bisa mengakibatkan aki rusak. Overcharging biasanya diakibatkan oleh kiprok atau regulator. Sedangkan pengisian yang kurang membuat aki sepeda motor tekor sehingga eletric starter tak bisa digunakan.

BACA JUGA:

Rekomendasi Mobil Suzuki yang Cocok untuk Wanita

Ini 5 Merek Mobil Bekas Paling Dicari

3. Siklus pengisian dan pengosongan (konsumsi listrik battery) yang berlebihan

Siklus pengisian dan pengosongan aki yang tidak mencukupi bisa memengaruhi kesehatan baterai. Hal ini biasanya terjadi akibat sepeda motor jarang digunakan atau hanya digunakan untuk perjalanan singkat.

4. Kurangnya pemeliharaan

Kurangnya pemeriksaan dan perawatan sepeda motor secara berkala bisa menjadi penyebab daya aki drop. Dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala secara teratur, pemilik sepeda motor bisa mengetahui kondisi Kesehatan battery/aki (tegangan), kondisi terminal, dan sebagainya.

Untuk mencegah terjadinya daya aki drop, lakukanlah pemeriksaan dan perawatan berkala sepeda motor secara teratur di bengkel terdekat sehingga potensi terjadinya kerusakan yang parah dapat diketahui.

(om/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *