Kiat Berkendara saat Berpuasa

Ilustrasi berkendara (dok. Suzuki)

OTO Mounture — Saat melakukan ibadah puasa, menjalani kegiatan sehari-hari tentunya menjadi tantangan tersendiri, salah satunya ketika harus berkendara. Badan yang lemas karena menahan lapar, kekurangan cairan karena menahan dahaga bisa mengurangi konsentrasi saat berkendara, sehingga berpotensi menurunkan faktor keamanan dalam berkendara.

Asst. to 4W, 2W & Marine Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, mengatakan ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat berkendara dalam kondisi berpuasa, yaitu persiapan sebelum berkendara, hindari hal-hal yang membuat kantuk, pentingnya konsentrasi, mengendalikan diri, dan manfaatkan teknologi.

Adapun untuk kiat pertama, yaitu persiapan sebelum berkendara, pengendara harus memperhitungkan beberapa hal sebelum berkendara, apalagi ketika berkendara dalam jarak yang lama atau jauh. Hal tersebut di antaranya adalah mempersiapkan kebutuhan saat akan melakukan perjalanan.

“Salah satu contohnya, jika perjalanan dilakukan mendekati waktu magrib bawalah makanan dan minuman untuk berbuka puasa di perjalanan. Agar buka puasa tidak mengganggu konsentrasi berkendara, sebaiknya pengendara mencari tempat yang aman untuk berhenti sejenak,” kata Hariadi.

Sementara itu, pengendara juga harus menghindari hal-hal yang membuat kantuk, di mana hal yang sering terjadi saat berpuasa adalah munculnya rasa kantuk berlebih dibandingkan biasanya. Oleh karena itu, bagi pengemudi mobil upayakan agar tidak menyetel suhu AC terlalu dingin karena udara dingin dapat menambah rasa kantuk.

“Hal lain yang tak kalah penting untuk mengurangi kantuk saat berkendara adalah dengan memperhatikan pola dan jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur,” terangnya.

Selain itu, pengemudi juga harus konsentrasi yang merupakan hal sangat penting dalam berkendara. Salah satu yang menurunkan konsentrasi dengan drastis adalah rasa kantuk. Apabila mengantuk saat mengemudi, jangan memaksakan diri. Segera menepi dan beristirahat sampai rasa kantuk tersebut benar-benar hilang.

Tak hanya itu, kemacetan dan kesemrawutan di jalanan, ditambah pengemudi lain yang serampangan saat berkendara tak jarang memancing emosi. Hal ini justru berdampak tidak baik dan akan menurunkan konsentrasi. Sehingga penting untuk mengendalikan diri dalam situasi tersebut. “Ingat, esensi puasa itu sendiri adalah proses melatih pengendalian diri,” ucap Hariadi.

Hal yang tak kalah penting adalah memanfaatkan teknologi seperti google maps, aplikasi waze, atau yang lainnya untuk mendapatkan rute yang paling cepat dan dekat, sehingga tenaga dan pikiran tidak terkuras karena jalanan yang macet.

Hariadi mengatakan, mengemudi saat menjalankan puasa seringkali mempengaruhi fungsi kognitif dan memberikan efek pada pengemudi seperti lelah dan mengantuk sehingga dapat mengurangi konsentrasi.

“Kami harap kiat tersebut dapat diterapkan agar pengemudi tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan saat berkendara dalam keadaan berpuasa, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,,” tutup dia. (OM/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.