Jelang Libur Sekolah 2026, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Jalan Tol di Sejumlah Ruas Strategis

Preservasi Jalan Tol
Foto: Jasa Marga

OTO Mounture — Menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mempercepat program preservasi dan pemeliharaan jalan tol di berbagai ruas yang dikelolanya.

Langkah ini disebut dilakukan untuk memastikan kualitas infrastruktur tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sehingga perjalanan pengguna jalan berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman.

Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menegaskan komitmennya dalam menjaga kondisi jalan melalui program pemeliharaan rutin dan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa pemeliharaan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam menghadirkan layanan jalan tol yang andal dan berkelanjutan.

Menurutnya, kualitas perkerasan jalan dapat mengalami penurunan akibat berbagai faktor eksternal, mulai dari tingginya curah hujan hingga beban kendaraan berat yang melebihi kapasitas atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Melalui program preservasi jalan yang terencana dengan baik, kami memastikan kualitas jalan tol tetap prima sehingga masyarakat bisa bepergian dengan lebih aman dan nyaman, terutama menjelang periode libur sekolah,” ujar Rivan.

Dengan program preservasi yang dilakukan secara berkala, Jasa Marga berharap dapat meminimalkan potensi gangguan perjalanan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA: Biaya Mobil Listrik Chery Mulai Rp181 per Km, Segini Pengeluaran Harian untuk Perjalanan Jakarta-Bekasi

Pada Juni 2026, Jasa Marga melakukan pekerjaan preservasi secara masif di sejumlah ruas tol strategis yang memiliki volume lalu lintas tinggi.

Beberapa ruas yang menjadi prioritas antara lain:

– Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek)
– Jalan Tol Jakarta-Tangerang (Janger)
– Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang)
– Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi)
– Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR)

Pekerjaan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas perkerasan jalan agar tetap optimal dalam melayani mobilitas masyarakat selama musim liburan.

Melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), Jasa Marga menjalankan berbagai program pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur.

Kegiatan preservasi yang dilakukan meliputi:

1. Peningkatan Kapasitas Gerbang Tol

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada periode tertentu sehingga proses transaksi di gerbang tol dapat berlangsung lebih lancar.

2. Pemasangan Median Concrete Barrier (MCB)

Pembangunan dan pemasangan MCB bertujuan meningkatkan aspek keselamatan pengguna jalan serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

3. Renovasi Gerbang dan Plaza Tol

Perbaikan fasilitas pendukung dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna saat memasuki maupun keluar dari jalan tol.

4. Scrapping, Filling, and Overlay (SFO)

Metode ini digunakan untuk memperbaiki kualitas permukaan jalan yang mengalami penurunan kondisi sehingga tetap nyaman dilalui kendaraan.

5. Penambalan dan Perawatan Permukaan Jalan

Jasa Marga juga melakukan perbaikan terhadap kerusakan kecil sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

BACA JUGA: Hyundai Kehilangan Pangsa Pasar di Indonesia, Penjualan Merosot hingga 23,5 Persen

Dalam mendukung efektivitas program preservasi, Jasa Marga memanfaatkan teknologi modern untuk mendeteksi kondisi jalan secara lebih akurat.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah kendaraan inspeksi khusus Smart Car Vehicle Hawkeye 2000 yang mampu memindai keretakan jalan dengan tingkat presisi tinggi.

Data hasil pemindaian kemudian diintegrasikan dengan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC).

Teknologi ini memungkinkan tim operasional mengambil keputusan secara lebih cepat dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

Jasa Marga menerapkan strategi preservasi preventif untuk memperpanjang usia layanan jalan tol dan mencegah munculnya lubang atau pothole. Setiap potensi kerusakan yang teridentifikasi ditargetkan dapat ditangani dalam waktu maksimal 2×24 jam sejak ditemukan.

Proses tersebut didukung oleh kesiapsiagaan petugas operasional yang siaga selama 24 jam di seluruh ruas jalan tol yang tergabung dalam Jasa Marga Group.

Untuk meminimalkan gangguan terhadap pengguna jalan, mayoritas pekerjaan preservasi dijadwalkan pada malam hingga dini hari ketika volume kendaraan relatif lebih rendah.

Strategi ini bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memastikan pekerjaan dapat dilakukan secara aman dan efektif.

Jasa Marga secara rutin memberikan pembaruan mengenai jadwal dan lokasi pekerjaan preservasi melalui aplikasi Travoy serta kanal media sosial resmi perusahaan.

Selain itu, pengguna jalan juga dapat memperoleh informasi terkini melalui layanan One Call Center 133.

Informasi tersebut membantu masyarakat merencanakan perjalanan dan memilih rute alternatif apabila terdapat pekerjaan pemeliharaan yang berpotensi memengaruhi kondisi lalu lintas.

Jasa Marga juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang aktif melaporkan kondisi jalan selama perjalanan.

Laporan dari pengguna jalan dinilai menjadi informasi penting yang membantu percepatan penanganan berbagai kendala infrastruktur di lapangan.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui fitur Chat Us pada aplikasi Travoy atau menghubungi layanan One Call Center 133 untuk mendapatkan respons cepat dari petugas.

(om/ns)

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *