Hindari Kredit Macet, FIFGroup Lakukan Seleksi Calon Nasabah

OTO Mounture — PT Federal International Finance (FIFGroup) mengungkapkan bahwa untuk bisa mendapatkan fasilitas kredit, calon nasabahnya harus melalui proses seleksi. Hal itu disebut dilakukan untuk menekan tingkat kredit macet pada pembiayaan.

Operation Director FIFGroup, Setia Budi Tarigan, mengatakan bahwa salah satu langkah untuk menjaga kredit bermasalah adalah berhati-hati dalam memberikan kredit.

“Perusahaan pembiayaan bisa mendapatkan informasi terkait rekam jejak calon nasabah salah satunya melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi itu sudah tersedia melalui lembaga-lembaga penilai kredit ada SLIK juga,” katanya pada acara virtual, Jumat, 15 September 2023.

Lebih jauh ia menjelaskan, nantinya perusahaan pembiayaan akan memasukan calon nasabah yang memiliki rekam jejak buruk di SLIK OJK ke dalam daftar hitam. Hal itu membuat nasabah-nasabah yang memiliki rekam jejak bermasalah tidak bisa menggunakan layanan kredit perusahaan.

BACA JUGA:

FIF Terbitkan Obligasi Senilai Rp2 Triliun

Penjualan Motor di Indonesia Meningkat pada Agustus 2023

“Kemampuan membayar nasabah juga penting dalam mempertahankan keberhasilan kredit perusahaan,” tutur Budi.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan akses keuangan. Sebab, kata dia, jika sudah tercatat dalam rekam jejak yang buruk di database SLIK OJK maka mereka tidak bisa mendapatkan fasilitas di lembaga keuangan lainnya, seperti perusahaan pembiayaan, maupun perbankan.

“Hati-hati juga ketika meminjamkan dokumennya. Banyak sekali terjadi konsumen yang meminjamkan secara sadar atau tidak sadar, tapi justru macet,” pungkasnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari, mengatakan bahwa pentingnya literasi keuangan di tengah perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.

“Pemahaman masyarakat tentang literasi keuangan menjadi salah satu fondasi yang harus diperkuat, agar masyarakat dapat berperilaku bijak dan dapat mengambil keputusan finansial dengan tepat, terutama dalam lingkungan keuangan yang terus berubah,” ungkapnya. (OM/LS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *