
OTO Mounture — Penjualan mobil Daihatsu di Indonesia pada Mei 2026 menunjukkan pergerakan yang berbeda antara distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) dan penjualan dari diler ke konsumen (retail sales).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales Daihatsu mengalami penurunan cukup signifikan dibanding bulan sebelumnya. Namun di sisi lain, penjualan retail justru masih mencatatkan pertumbuhan positif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen terhadap kendaraan Daihatsu masih relatif terjaga meski distribusi dari pabrikan ke jaringan diler mengalami perlambatan.
Data Gaikindo mencatat penjualan wholesales Daihatsu pada Mei 2026 mencapai 11.140 unit.
Angka tersebut turun 16,9 persen dibanding April 2026 yang mencapai 13.399 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penjualan wholesales Daihatsu juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,2 persen dari 11.166 unit pada Mei 2025.
Meski demikian, secara kumulatif selama Januari hingga Mei 2026, Daihatsu masih mampu membukukan penjualan wholesales sebanyak 59.420 unit.
Capaian tersebut meningkat 7,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan penjualan sebanyak 55.049 unit.
Namun dari sisi pangsa pasar, market share wholesales Daihatsu mengalami koreksi. Pada periode Januari-Mei 2026, pangsa pasar Daihatsu berada di level 16,6 persen, turun dari 17,3 persen pada periode yang sama tahun 2025.
BACA JUGA: Baru Jual 7 Unit, Nasib SUV Terbaru Jetour Belum Secerah T2 di Indonesia
Berbeda dengan wholesales, penjualan retail Daihatsu pada Mei 2026 justru mencatatkan pertumbuhan.
Sepanjang Mei 2026, Daihatsu berhasil menjual 12.531 unit kendaraan kepada konsumen. Angka ini naik 1,9 persen dibanding April 2026 yang mencatatkan penjualan sebanyak 12.300 unit.
Peningkatan yang lebih besar terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada Mei 2025, Daihatsu hanya membukukan penjualan retail sebanyak 9.997 unit.
Dengan demikian, penjualan retail Daihatsu pada Mei 2026 tumbuh 25,3 persen secara tahunan (year on year).
Secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, Daihatsu mencatatkan retail sales sebanyak 59.484 unit. Jumlah tersebut meningkat 4,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 56.715 unit.
BACA JUGA: Peta Persaingan Mobil Tiongkok di Indonesia Berubah, Jaecoo Kalahkan BYD pada Mei 2026
Meskipun penjualan retail dan wholesales secara kumulatif masih menunjukkan pertumbuhan dibanding tahun lalu, pangsa pasar Daihatsu tercatat mengalami penurunan.
Pada segmen retail sales, market share Daihatsu selama Januari-Mei 2026 berada di level 16,5 persen. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 17,2 persen.
Sementara pada wholesales, market share Daihatsu turun dari 17,3 persen menjadi 16,6 persen.
Penurunan pangsa pasar ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan penjualan Daihatsu masih berada di bawah laju pertumbuhan pasar otomotif nasional secara keseluruhan.
Meski menghadapi penurunan wholesales pada Mei 2026 dan koreksi market share, performa penjualan Daihatsu sepanjang lima bulan pertama tahun ini masih menunjukkan tren positif.
Total penjualan wholesales Daihatsu naik 7,9 persen menjadi 59.420 unit, sedangkan retail sales meningkat 4,9 persen menjadi 59.484 unit dibanding periode Januari-Mei 2025.
Hasil tersebut menjadi indikasi bahwa merek Daihatsu masih memiliki basis konsumen yang kuat di pasar otomotif Indonesia, terutama pada segmen kendaraan yang selama ini menjadi andalannya.
(om/ns)








