Penjualan Denza Anjlok Parah! Wholesales Turun 71%, Retail Drop 82% di Maret 2026

Denza Jakarta Fashion Week 2026

OTO Mounture — Penjualan mobil listrik Denza di Indonesia mengalami penurunan tajam pada Maret 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baik distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) maupun penjualan ke konsumen (retail sales) menunjukkan tren negatif secara signifikan.

Pada Maret 2026, wholesales Denza tercatat sebanyak 455 unit. Angka ini memang naik dibandingkan Februari 2026 yang hanya 270 unit, namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (Maret 2025) yang mencapai 1.587 unit, terjadi penurunan drastis sekitar 71%.

Penurunan ini menjadi sinyal kuat bahwa distribusi unit dari pabrik ke jaringan diler mengalami tekanan cukup besar dalam setahun terakhir.

BACA JUGA: Wuling Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026 Berkat Inovasi Mobil Listrik

Setali tiga uang dengan wholesales, penjualan ritel Denza juga mengalami kontraksi lebih dalam. Pada Maret 2026, retail sales tercatat 324 unit, turun dari Februari 2026 yang mencapai 349 unit.

Jika dibandingkan Maret 2025 yang menyentuh 1.801 unit, maka penjualan ke konsumen merosot sekitar 82% secara tahunan (year-on-year).

Kondisi ini menunjukkan bahwa bukan hanya distribusi yang melemah, tetapi juga permintaan dari pasar yang ikut tertekan.

Penurunan tajam pada dua indikator utama ini mengindikasikan adanya tantangan serius bagi Denza di pasar otomotif Indonesia. Kombinasi antara melemahnya daya beli, meningkatnya persaingan, hingga perubahan preferensi konsumen bisa menjadi faktor pemicu.

Berbeda dengan beberapa merek lain yang masih mampu menjaga atau bahkan meningkatkan retail sales, Denza justru mengalami tekanan di kedua sisi sekaligus.

BACA JUGA: Mitsubishi Xforce Resmi Dijual di Malaysia, Pre-Order Tembus 2.000 Unit

Pasar mobil listrik di Indonesia saat ini memang semakin kompetitif dengan kehadiran berbagai merek baru. Kondisi ini menuntut setiap produsen untuk tidak hanya mengandalkan produk, tetapi juga strategi distribusi, harga, hingga layanan purnajual.

Penurunan yang dialami Denza menjadi gambaran bahwa persaingan di segmen ini tidak mudah, bahkan bagi brand yang sebelumnya sempat mencatatkan angka penjualan tinggi.

Dengan penurunan wholesales hingga 71% dan retail sales mencapai 82%, Denza menghadapi tantangan besar untuk kembali bangkit di pasar Indonesia.

Ke depan, langkah strategis seperti penyesuaian harga, penguatan jaringan diler, hingga peningkatan layanan konsumen kemungkinan akan menjadi kunci untuk memulihkan performa penjualan.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *