Pemilik Geely EX2 Keluhkan Suara Denging di Kabin, Diduga dari Sistem Rem IPB

Geely EX2
Foto: OTO Mounture/Luchito Sangsoko

OTO Mounture — Keluhan soal suara denging mulai ramai dibahas oleh pengguna Geely EX2 di Indonesia. Diskusi ini mencuat di grup Facebook Geely EX2 Indonesia, setelah seorang pengguna menanyakan pengalaman serupa dari pemilik lain.

Pengguna bernama Steven Stenly mengaku mendengar suara denging di dalam kabin mobilnya, dan menduga hal tersebut berasal dari sistem pengereman Intelligent Power Brake (IPB).

Beberapa anggota grup menyebut bahwa suara tersebut memang berkaitan dengan sistem IPB yang aktif saat pedal rem ditekan.

Salah satu pengguna, Zey Tee, menjelaskan bahwa fenomena ini bukan hanya terjadi di Geely EX2, tetapi juga pada model lain seperti Geely Xingyuan, dan Proton e.Mas 5.

Menurutnya, kebisingan IPB merupakan isu yang cukup umum, meski belum banyak disadari oleh pengguna di luar Tiongkok.

Keluhan Geely EX2
Tangkapan Layar

BACA JUGA: Penjualan Mobil Astra pada Maret 2026 Turun, Namun Pangsa Pasar Masih Dominan di Indonesia

Menariknya, suara denging ini berada di frekuensi tinggi, sekitar 10.166 Hz, berdasarkan pengukuran menggunakan aplikasi DecibelX di iPhone.

Hal ini membuat tidak semua orang bisa mendeteksinya. Namun bagi yang sensitif terhadap suara frekuensi tinggi, bunyi tersebut bisa terasa sangat mengganggu, bahkan seperti telinga berdenging.

Pengguna juga membagikan cara sederhana untuk memastikan sumber suara tersebut:

1. Masuk ke dalam mobil
2. Matikan AC
3. Tekan tombol rekam (gunakan aplikasi perekam suara)
4. Tekan pedal rem sekali
5. Dengarkan suara saat IPB aktif

Biasanya, suara akan terdengar selama sekitar 30 detik sebelum sistem IPB nonaktif dan bunyi menghilang.

BACA JUGA: Jaecoo J5 EV Jadi Mobil Listrik Terlaris di Indonesia, Penjualannya Tembus Ribuan Unit

Sejauh ini, belum ada solusi resmi dari pihak pabrikan terkait suara denging tersebut. Beberapa pengguna mengaku sudah melaporkan masalah ini ke dealer dan juga ke pihak Geely Auto Indonesia (GAI).

Keluhan ini pun menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kenyamanan berkendara, terutama bagi pengguna yang sensitif terhadap suara.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *