Pemilik BYD DM Klaim QR Aplikasi Ditahan Dealer Gara-Gara Beri Nilai 8/10

BYD M6 DM

OTO Mounture — Pengalaman seorang pemilik BYD DM saat menerima layanan dari dealer menjadi perbincangan di media sosial. Melalui akun Threads @si.beben, pengguna tersebut membagikan pengalaman terkait proses pengiriman kendaraan, kualitas pengecatan, hingga QR untuk mengakses aplikasi BYD.

Dalam unggahannya, @si.beben menceritakan bahwa dirinya membeli BYD DM berwarna grey. Namun, proses pengiriman kendaraan disebut mengalami keterlambatan dari estimasi awal karena adanya urutan produksi berdasarkan pilihan warna.

Setelah mobil tiba di showroom, pemilik juga menemukan bagian cat yang dinilai kurang rapi. Kondisi tersebut kemudian disampaikan kepada pihak dealer.

Menurut unggahan tersebut, dealer menyampaikan bahwa bagian cat tersebut dapat dilakukan retouch, tetapi tidak memberikan jaminan hasilnya akan 100 persen rapi.

“Bisa aja diretouch, tapi ga jamin 100% rapi,” tulis @si.beben dalam unggahannya dikutip Kamis, 3 September 2026.

Keluhan Konsumen BYD Indonesia
Foto: Tangkapan Layar

BACA JUGA: Di Balik Layar MotoGP Mandalika: Teknisi, Tools, dan Teknologi yang Menjaga Keselamatan

Pada akhirnya, pemilik memilih menerima kendaraan tersebut meski sebelumnya mengalami dua persoalan, yakni keterlambatan pengiriman dan kondisi cat yang dianggap kurang rapi.

Atas pengalaman tersebut, pemilik mengaku memberikan nilai 8 dari 10 ketika mengisi survei kepuasan pelayanan. Namun, persoalan lain muncul ketika pemilik menanyakan mengenai QR untuk aplikasi BYD yang belum diterimanya.

Menurut pengakuannya, dealer kemudian menyampaikan bahwa QR tersebut belum dikirim karena skor kepuasan pelayanan yang diberikan sebelumnya.

“Lalu tadi nanyain QR untuk apps belum ada? Oh ternyata dealer nahan blm kirim QR krn skor 8/10 tadi. Emang gini cara mainnya ya?” tulisnya.

Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian pengguna Threads dan mendapatkan beragam komentar yang membagikan pengalaman masing-masing.

Salah satu pengguna Threads dengan akun @sutansiagian turut membagikan pengalamannya di kolom komentar.

“Pengalaman saya qr nongol sendiri di minggu 3 kepemilikan,” tulisnya.

Komentar tersebut kemudian mendapat balasan dari @si.beben yang menjelaskan bahwa dirinya sudah menerima kendaraan hampir satu bulan sebelumnya.

“Serah terima tgl 6 agustus om. Ampir sebulan,” balas @si.beben.

Dengan demikian, berdasarkan cerita yang dibagikan pemilik kendaraan, persoalan QR aplikasi tersebut masih menjadi perhatian meski kendaraan telah diterima sejak 6 Agustus 2026.

BACA JUGA: Hadapi Tabrak Lari dan Insiden di Jalan, Ini Pentingnya Pasang Dashcam

Pengalaman yang dibagikan @si.beben menjadi sorotan karena berkaitan dengan layanan purnajual dan pengalaman konsumen setelah membeli kendaraan.

Survei kepuasan pelanggan pada dasarnya menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan masukan mengenai kualitas pelayanan. Karena itu, munculnya dugaan bahwa skor survei 8/10 berkaitan dengan tertundanya pemberian QR aplikasi kemudian memicu pertanyaan dari pemilik kendaraan.

Namun, berdasarkan informasi yang tersedia dalam unggahan tersebut, belum ada penjelasan resmi dari pihak dealer maupun BYD terkait dugaan penahanan QR aplikasi karena skor survei kepuasan.

Oleh sebab itu, pengalaman yang dibagikan @si.beben perlu dipahami sebagai klaim dan pengalaman pribadi pengguna Threads, bukan sebagai kesimpulan bahwa seluruh dealer BYD menerapkan kebijakan serupa.

Kasus ini sekaligus menunjukkan pentingnya transparansi dalam layanan konsumen, terutama terkait akses aplikasi dan fitur digital yang menjadi bagian dari pengalaman kepemilikan kendaraan modern.

(om/ls)

 

 

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *