Mitsubishi Eclipse Cross Terbaru Dibekali Baterai LFP dan NMC, Ini Spesifikasinya

Mitsubishi Eclipse Cross Terbaru
Foto: Mitsubishi Motors

OTO Mounture — Mitsubishi Motors Europe memperbarui pilihan baterai untuk Mitsubishi Eclipse Cross EV dengan menghadirkan dua opsi kapasitas baru. SUV listrik kompak tersebut kini mendapatkan baterai LFP 67 kWh untuk varian jarak menengah dan baterai NMC 89 kWh untuk versi jarak jauh.

Pembaruan ini membuat Eclipse Cross listrik memiliki pilihan jarak tempuh yang lebih fleksibel. Untuk baterai 67 kWh, jarak tempuhnya mencapai 472 km berdasarkan WLTP, sedangkan baterai 89 kWh mampu membawa mobil melaju hingga 650 km WLTP.

Menariknya, teknologi baterai tersebut sama dengan yang baru diperkenalkan Renault untuk Scenic E-Tech Electric. Maklum, Eclipse Cross generasi kedua dikembangkan melalui kerja sama dalam ekosistem aliansi Renault-Mitsubishi-Nissan dan menggunakan platform yang sama dengan Scenic.

Pada saat diluncurkan pada 2025, Mitsubishi Eclipse Cross listrik dibekali sistem penggerak roda depan dengan motor listrik bertenaga 160 kW atau sekitar 218 PS, yang dipadukan dengan baterai NMC berkapasitas 87 kWh.

Kini Mitsubishi memperkenalkan baterai LFP 67 kWh sebagai pilihan baru. Baterai tersebut menggunakan arsitektur cell-to-pack (C2P) dan menawarkan jarak tempuh maksimum hingga 472 km WLTP.

Penggunaan baterai LFP menjadi opsi menarik bagi konsumen yang tidak selalu membutuhkan jarak tempuh sangat jauh. Selain kapasitasnya lebih kecil, teknologi ini memungkinkan Mitsubishi menghadirkan pilihan kendaraan listrik dengan rentang harga dan penggunaan yang lebih beragam.

Mitsubishi Motors Europe menyebut kehadiran baterai 67 kWh ditujukan untuk memberikan fleksibilitas kepada konsumen dalam memilih kombinasi jarak tempuh, kemampuan pengisian daya, dan harga yang sesuai dengan kebutuhan.

BACA JUGA: Penjualan Suzuki di Jawa Barat Naik 25%, New Carry Jadi Model Terlaris

Sementara untuk versi jarak jauh, Mitsubishi mengganti baterai NMC 87 kWh sebelumnya dengan unit baru berkapasitas 89 kWh. Kapasitas yang sedikit lebih besar tersebut membuat jarak tempuh maksimum Eclipse Cross meningkat dari sebelumnya 635 km menjadi 650 km WLTP.

Meski baterainya diperbarui, Mitsubishi masih mempertahankan motor listrik dengan output 160 kW dan sistem penggerak roda depan. Dengan demikian, perbedaan utama kedua pilihan tersebut berada pada kapasitas dan kimia baterai, bukan pada tenaga motor listriknya.

Mitsubishi juga meningkatkan kemampuan pengisian daya pada Eclipse Cross listrik terbaru. Baterai LFP 67 kWh mendukung pengisian cepat DC hingga 165 kW. Mitsubishi mengklaim pengisian baterai dari 15 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 24 menit.

Sementara baterai NMC 89 kWh memiliki kemampuan pengisian DC hingga 150 kW. Waktu pengisian dari 15 persen hingga 80 persen diklaim sekitar 28 menit, atau sekitar sembilan menit lebih cepat dibandingkan baterai sebelumnya.

Untuk pengisian AC, kedua pilihan baterai mendapatkan onboard charger 11 kW sebagai standar. Konsumen juga dapat memilih opsi onboard charger 22 kW. Selain kemampuan elektrifikasi tersebut, Eclipse Cross listrik memiliki kapasitas towing hingga 1,1 ton.

Pembaruan baterai pada Eclipse Cross bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan. Renault sebelumnya telah mengumumkan teknologi baterai yang sama untuk Scenic E-Tech Electric.

Generasi kedua Eclipse Cross pada dasarnya merupakan produk yang dikembangkan menggunakan teknologi bersama dengan Renault. Keduanya menggunakan platform AmpR Medium, yang kemudian berganti nama menjadi RG Medium 1.0.

Teknologi serupa juga digunakan pada Renault Mégane E-Tech Electric yang mendapatkan baterai LFP setelah penyegaran model.

Pada baterai LFP Mégane tersebut, Renault menggunakan 232 sel pouch yang dipadatkan dan diintegrasikan langsung ke dalam battery pack. Arsitektur tersebut menghasilkan pemanfaatan ruang sekitar 53 persen.

BACA JUGA: AION UT Raih 5-Bintang Euro NCAP 2026, Skor Crash Protection Capai 91 Persen

Mitsubishi Motors Europe belum mengumumkan harga maupun waktu peluncuran resmi Eclipse Cross dengan pilihan baterai terbaru tersebut di masing-masing pasar Eropa.

Sebagai gambaran, Eclipse Cross listrik saat ini dipasarkan mulai 43.990 EUR atau sekitar Rp898 jutaan untuk varian Diamant Plus berdasarkan konfigurator Mitsubishi di Eropa.

Sebelumnya, ketika generasi kedua Eclipse Cross diperkenalkan, Mitsubishi memang telah mengumumkan rencana menghadirkan varian dengan baterai lebih kecil pada pertengahan 2026.

Saat itu, varian tersebut diperkirakan akan menggunakan baterai NMC 60 kWh dan motor listrik 125 kW. Namun, hingga pembaruan terbaru ini diumumkan, Mitsubishi belum menyebutkan varian dengan spesifikasi tersebut.

Dengan hadirnya baterai LFP 67 kWh dan NMC 89 kWh, Mitsubishi Eclipse Cross EV kini memiliki pilihan yang lebih luas, terutama bagi konsumen yang menginginkan SUV listrik dengan fokus berbeda antara efisiensi, jarak tempuh, dan kemampuan pengisian daya.

(om/mg)

 

 

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *