Konsumen Keluhkan Jetour X70 Plus, Mobil Dikembalikan Sejak Juni Belum Ada Kepastian

Jetour

OTO Mounture — Keluhan konsumen terhadap layanan mobil asal Tiongkok, Jetour kembali mencuat di media sosial. Akun Threads @orban.mobil.baru mengungkapkan kekecewaannya karena mobil Jetour X70 Plus yang telah dikembalikan sejak 4 Juni 2026 hingga kini belum mendapatkan mobil pengganti maupun kepastian mengenai penyelesaian kasus dan kompensasi.

Keluhan terbaru tersebut diunggah pada 6 Oktober 2026. Dalam postingannya, konsumen menyebut sudah lebih dari tiga minggu tidak mendapatkan respons dari Direktur Jetour Batam terkait kasus yang dialaminya.

“Sudah lebih dari 3 minggu pesan saya tidak direspons oleh Direktur Jetour Batam,” tulis akun tersebut.

Ia juga menyebut telah menghubungi pemilik Jetour Batam. Pesan yang dikirim disebut telah dibaca, tetapi belum mendapatkan tanggapan.

Tak hanya itu, konsumen mengaku pada pagi hari tersebut telah meminta bantuan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) untuk menindaklanjuti kasusnya kepada pihak Jetour. Namun, menurut pengakuannya, hingga unggahan dibuat belum ada respons dari Jetour.

Dalam unggahan yang sama, konsumen menjelaskan bahwa mobilnya sudah dikembalikan sejak 4 Juni 2026. Artinya, hingga 6 Oktober 2026, sudah sekitar empat bulan kendaraan tersebut berada di pihak penjual atau pihak terkait.

Namun, selama periode tersebut, konsumen mengaku belum menerima mobil pengganti ataupun kepastian mengenai penyelesaian kasus dan kompensasi.

“Sudah 3 minggu terakhir saya juga tidak mendapatkan balasan dari Direktur JETOUR Batam dan belum ada update terkait proses pengajuan pergantian unit,” tulisnya.

Ia kemudian mempertanyakan sampai kapan dirinya harus menunggu kepastian dari pihak Jetour.

Keluhan Konsumen Jetour
Tangkapan Layar

BACA JUGA: Konsumen Keluhkan iCAR V23 Tak Kunjung Datang, Padahal Dijanjikan 3-4 Bulan

Keluhan terbaru tersebut bukan kali pertama disampaikan konsumen. Pada 14 September 2026, akun yang sama juga mengunggah perkembangan kasus Jetour X70 Plus yang dialaminya.

Saat itu, konsumen menyebut kembali meminta kejelasan mengenai proses pengajuan pergantian unit yang sebelumnya telah dibicarakan. Menurut pengakuannya, hampir satu bulan setelah pengajuan tersebut dibahas, dirinya belum memperoleh kepastian apakah unit akan diganti atau tidak.

Konsumen juga menyatakan telah meminta bantuan BPKN untuk membantu mengomunikasikan kasus tersebut kepada Jetour Batam dan Jetour pusat. Ia berharap proses tersebut menghasilkan keputusan yang jelas dan tertulis, bukan kembali mendapatkan informasi untuk menunggu hingga pekan berikutnya.

Sebelumnya, pada 4 Agustus 2026, konsumen juga telah menceritakan kronologi kasus tersebut melalui Threads. Ia mengaku membeli mobil SUV keluarga pada akhir November 2025. Kendaraan tersebut digunakan untuk kebutuhan keluarga, termasuk mengantar-jemput anak sekolah.

Namun, menurut pengakuannya, mobil baru tersebut mengalami sejumlah masalah dan sudah delapan kali masuk bengkel dalam beberapa bulan.

Beberapa masalah yang disebut antara lain gangguan kunci, suara pada transmisi, serta masalah AC yang diklaim mengalami kerusakan hingga tiga kali. Karena merasa masalah kendaraan terus berulang, konsumen kemudian mengaku memutuskan mengembalikan mobil kepada pihak marketing pada 4 Juni 2026.

Ia juga menyatakan menolak kembali menjalani perbaikan untuk masalah yang sama dan meminta penyelesaian berupa penggantian unit maupun pengembalian dana. Dalam unggahannya, konsumen menyebut kondisi tersebut membuat keluarganya mengalami kesulitan transportasi selama mobil dikembalikan.

BACA JUGA: Geely Buka Diler ke-51 di Pekanbaru, Targetkan 80 Diler hingga Akhir 2026

Pada perkembangan kasus 14 September, konsumen juga mempertanyakan bentuk penyelesaian yang dinilainya layak, termasuk apakah dirinya dapat mengajukan penggantian unit baru atau pengembalian dana penuh.

Ia turut mempertanyakan kompensasi atas periode ketika kendaraan tidak dapat digunakan. “Mobil baru pakai 6 bulan tetapi dikembalikan tgl 4 Juni 2026 karena mengalami kerusakan yang berulang dan tidak menerima mobil pengganti selama ini,” tulisnya.

Konsumen juga menyebut kasus tersebut telah melibatkan BPKN dan terdapat pertemuan dengan pihak legal penjual serta BPKN untuk membahas penyelesaiannya.

Hingga keluhan terbaru pada 6 Oktober 2026, konsumen menyatakan masih menunggu kepastian dari pihak Jetour mengenai proses penggantian unit dan penyelesaian kasus tersebut.

Perlu dicatat, informasi mengenai kerusakan kendaraan, proses pengembalian unit, komunikasi dengan pihak Jetour, serta tuntutan konsumen merupakan keterangan dan pengalaman yang disampaikan oleh pemilik akun Threads @orban.mobil.baru.

Belum terdapat tanggapan dari pihak Jetour Batam maupun Jetour Indonesia dalam materi yang disampaikan oleh konsumen tersebut.

(om/ls)

 

 

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *