GAC Aion Hadirkan Teknologi Penyimpanan Daya Terbaru, Diklaim Lebih Aman untuk Kendaraan Listrik

OTO Mounture — Jenama otomotif asal Tiongkok, GAC Aion memperkenalkan sistem penyimpanan daya listrik dengan model magasin. Sistem ini diklaim tidak hanya memperpanjang jangkauan kendaraan, tetapi juga mempercepat proses pengisian daya.

Dengan menggunakan teknologi sel baru yang lebih efisien dan modul baterai yang dapat dipertukarkan, pengguna dapat dengan mudah memperpanjang jangkauan kendaraan mereka atau mengganti modul baterai yang rusak tanpa harus menunggu waktu pengisian yang lama.

Hal ini tidak hanya memudahkan pengguna dalam perjalanan mereka, tetapi juga mengurangi waktu henti yang diperlukan untuk pengisian daya, meningkatkan produktivitas dan kenyamanan.

Melalui keterangan resminya, GAC Aion disebut sudah mewarisi keunggulan pada teknologi ini, di mana sebelumnya masih menggunakan AEP 2.0, kini menggunakan AEP 3.0 dengan jangkauan yang lebih jauh, ruang yang luas dan system keamanan tingkat tinggi.

“Teknologi pada GAC Aion menandai sebuah lompatan besar dalam inovasi teknologi mobil listrik,” demikian pernyataan resmi GAC Aion, belum lama ini.

BACA JUGA: Mitsubishi Luncurkan Pajero Sport dan Xpander Cross Edisi Terbatas, Cuma 800 Unit

Salah satu fitur terobosan yang ditawarkan oleh AEP 3.0 adalah integrasi teknologi supercar yang belum pernah ada sebelumnya. Hal ini memungkinkan pengguna untuk merasakan sensasi berkendara dan pengendalian yang luar biasa, setara dengan performa supercar, layaknya di trek balap.

Keunggulan lain dari AEP 3.0 adalah penggerak listriknya yang luar biasa. Dengan diperkenalkannya teknologi penggerak listrik tingkat supercar terbaik di dunia.

GAC Aion telah berhasil mencapai kecepatan penuh hingga 300 kilometer per jam dengan akselerasi 0-100 kilometer per jam hanya dalam 4,9 detik untuk penggerak motor tunggal dan, hanya 1,9 detik untuk penggerak multi-motor.

Ini menjadikan AEP 3.0 diklaim sebagai yang terdepan dalam hal kecepatan, baik untuk penggerak motor tunggal maupun multi-motor.

BACA JUGA: Sunra Indonesia Mulai Bangun Pabrik di Kendal, Bakal Ada Ribuan Lowongan Kerja

Di dalam AEP 3.0 terdapat juga teknologi kabel X-pin asli dengan model pipih buatan GAC Aion sebagai terobosan lainnya. Selain meningkatkan faktor pengisian, teknologi ini secara signifikan mengurangi kehilangan arus pengisian.

Teknologi ini menggunakan sistem perpindahan multi-mode yang cerdas, motor listrik selalu dapat beroperasi dalam rentang waktu yang lebih efisien, alhasil torsi pun meningkat dari awal dan pada waktu yang bersamaan bisa mengurangi konsumsi energi pada kecepatan tinggi.

Dengan terobosan dalam teknologi mobil listrik dan keamanan baterai, AION disebut terus menetapkan standar baru untuk industri otomotif masa depan yang lebih berkelanjutan dan aman.

Dengan fokus pada penelitian dan inovasi terus-menerus, AION dikatakan siap untuk membawa revolusi dalam mobilitas global.

Dengan memanfaatkan tata letak bodi supercar yang memiliki pusat gravitasi rendah dan ringan, AION telah menciptakan platform penggerak roda belakang generasi baru yang juga dapat ditingkatkan menjadi penggerak empat roda.

Pencocokan dan penyetelan baru telah dilakukan untuk penggerak listrik, sistem kemudi, sistem pengereman sampai pengaturan suspensi untuk menciptakan AICS (Aion Intelligence Chassis System) unik AION.

Adapun GAC Aion akan menghadirkan beberapa lini kendaraan listrik terbarunya di Indonesia. Seluruh kendaraan tersebut sudah menggunakan teknologi AEP 3.0 yang lebih safety, lebih hemat dan bisa menjadikannya memiliki jarak jauh.

(om/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *