CV Joint Patah saat Test Drive Lepas L8, Risiko Kehilangan Kendali Jadi Sorotan

Media Test Drive Lepas L8
Foto: Istimewa

OTO Mounture — SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) asal Tiongkok, Lepas L8, mengalami insiden teknis saat sesi media test drive di Indonesia. Salah satu unit dilaporkan mengalami patah pada komponen CV joint, membuat kendaraan tidak dapat melanjutkan pengujian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026 di lintasan Pusdiklat Polri, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten. Insiden ini menjadi perhatian karena terjadi sebelum kendaraan resmi didistribusikan ke konsumen, sekaligus memunculkan kekhawatiran soal aspek keselamatan.

Kerusakan diketahui setelah mobil kehilangan kemampuan melaju. Bahkan, sejumlah rekan media sempat mengabadikan serpihan CV joint yang terlepas di area lintasan uji.

Padahal, rangkaian tes yang dijalani Lepas L8 tergolong standar, mulai dari lintasan lurus sekitar 200 meter, u-turn, slalom test, melewati speed bump, hingga simulasi parkir mundur. Lintasan tersebut juga kerap digunakan oleh berbagai merek otomotif lain dan dinilai masih dalam batas kewajaran.

BACA JUGA: Duh! Lepas L8 Kena Apes, Media Test Drive Berakhir Kerusakan

Mengapa CV Joint patah berisiko tinggi? Sebab, CV joint (Constant Velocity Joint) merupakan komponen vital pada sistem penggerak roda. Fungsinya menyalurkan tenaga dari transmisi ke roda sambil tetap memungkinkan roda berbelok dan mengikuti kerja suspensi.

Pada kendaraan berpenggerak roda depan, AWD, hingga SUV PHEV, peran CV joint sangat krusial. Ketika komponen ini patah, tenaga ke roda dapat terputus secara tiba-tiba.

Kerusakan CV joint hingga patah bukan sekadar masalah teknis ringan. Beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain:

– Kehilangan penggerak mendadak, mobil tidak bisa melaju meski mesin hidup

– Mobil melambat atau berhenti tanpa peringatan, berisiko ditabrak dari belakang

– Kendali dan stabilitas terganggu, setir terasa tidak normal dan respons akselerasi menurun

– Kerusakan merembet, seperti as roda atau housing transmisi

Dalam kondisi tertentu, situasi ini berpotensi memicu kecelakaan, terutama jika terjadi di jalan umum atau saat kendaraan sedang bermanuver.

BACA JUGA: Geely EX2 Mulai Dikirim ke Diler, Produksi Lokal di Purwakarta Dikebut

Mobil dengan CV joint patah tidak aman untuk digunakan. Langkah paling tepat adalah menghentikan kendaraan dan melakukan perbaikan, guna mencegah risiko keselamatan yang lebih besar.

Insiden yang dialami Lepas L8 menjadi pengingat bahwa komponen kaki-kaki, termasuk CV joint, memiliki peran besar dalam keselamatan berkendara.

Terlebih pada kendaraan baru yang masih dalam tahap pengujian, aspek ketahanan komponen menjadi sorotan utama sebelum masuk ke pasar konsumen.

(om/ls)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *