Repsol dan Surabaya Main Tanah Dorong Perkembangan Kultur Flat Track di Indonesia

Flat Track Indonesia

OTO Mounture — Flat track merupakan salah satu disiplin balap motor yang berasal dari Amerika Serikat dan identik dengan aksi menikung di lintasan tanah.

Kini, flat track tidak hanya berkembang sebagai olahraga balap, tetapi juga menjadi bagian dari kultur motor custom yang mempertemukan pengendara, mekanik, builder, dan komunitas.

Di Indonesia, kultur flat track mulai mendapatkan ruang melalui berbagai aktivitas komunitas dan kompetisi. Salah satunya melalui Surabaya Main Tanah, komunitas yang mengembangkan aktivitas berkendara di lintasan tanah dan turut meramaikan kultur motor custom.

Perkembangan ini juga menarik perhatian Repsol Lubricants. Melalui partisipasinya dalam Kustomfest 2026 di Yogyakarta, Oktober 2026, Repsol berkolaborasi dengan Surabaya Main Tanah untuk mendekatkan diri dengan komunitas sekaligus menjadi bagian dari perkembangan kultur roda dua di Indonesia.

Flat track adalah disiplin balap sepeda motor yang berlangsung di lintasan tanah padat. Ciri khasnya terlihat ketika pengendara memasuki tikungan dengan posisi motor miring dan roda belakang bergerak menyamping untuk menjaga kecepatan sekaligus mengendalikan arah kendaraan.

Olahraga ini memiliki akar sejarah panjang di Amerika Serikat. Menurut American Motorcyclist Association (AMA), balap motor di lintasan tanah sudah berkembang sejak awal abad ke-20. Pada masa itu, sejumlah balapan diselenggarakan di lintasan pacuan kuda yang permukaannya disiapkan untuk kompetisi sepeda motor.

Tonggak penting dalam perkembangan balap motor Amerika terjadi pada 1954, ketika AMA memperkenalkan Grand National Championship. Kejuaraan tersebut menggabungkan beberapa disiplin balap motor, termasuk flat track dan balap jalan raya.

Daya tarik flat track terletak pada perpaduan kecepatan, presisi, dan kemampuan pengendara membaca kondisi lintasan. Permukaan tanah yang tidak selalu memberikan traksi konsisten menuntut keterampilan dalam menjaga keseimbangan, mengatur akselerasi, serta mengendalikan pergerakan roda belakang ketika melewati tikungan.

Karakter tersebut membuat flat track memiliki tantangan tersendiri. Pengendara tidak hanya dituntut melaju cepat, tetapi juga harus memahami respons motor dan perubahan kondisi lintasan sepanjang balapan.

Di luar kompetisi, flat track juga berkembang menjadi bagian dari kultur sepeda motor. Gaya berkendara, karakter motor, hingga kreativitas dalam membangun kendaraan menjadi elemen yang menarik perhatian komunitas motor custom.

BACA JUGA: Punya Suzuki Satria Pro atau F150? Cek, Motormu Masuk Program Pemeriksaan Ini

Di Indonesia, perkembangan flat track tidak terlepas dari peran komunitas yang menjadi ruang bagi penggemar motor custom dan dirtbike untuk berkumpul, berlatih, serta berkompetisi.

Salah satu komunitas yang mengambil bagian dalam perkembangan kultur tersebut adalah Surabaya Main Tanah. Berangkat dari kecintaan terhadap motor custom dan dirtbike, komunitas ini mengembangkan aktivitas berkendara di lintasan tanah sebagai ruang untuk menyalurkan hobi sekaligus membangun kebersamaan.

Kehadiran komunitas seperti Surabaya Main Tanah memperlihatkan bahwa kultur motor tidak hanya terbatas pada aktivitas berkendara di jalan raya. Lintasan tanah juga menjadi ruang untuk mengeksplorasi kemampuan pengendara, karakter kendaraan, dan kreativitas dalam dunia modifikasi.

Melalui aktivitas komunitas dan kompetisi, flat track memiliki peluang untuk menjangkau lebih banyak penggemar roda dua di Indonesia. Namun, pertumbuhannya juga membutuhkan dukungan berupa akses berlatih, kegiatan yang terorganisasi, serta perhatian terhadap keselamatan berkendara.

Keterlibatan Repsol Lubricants dalam kultur flat track menjadi bagian dari pendekatan perusahaan untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan komunitas sepeda motor.

Melalui kolaborasi bersama Surabaya Main Tanah di Kustomfest 2026, Repsol berupaya mengenal lebih jauh karakter dan kebutuhan pengendara dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang memiliki ketertarikan terhadap motor custom dan aktivitas di lintasan tanah.

Head of Marketing Asia Pacific Repsol, Alejandro Werd Alonso, mengatakan bahwa kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk terlibat dalam perkembangan kultur sepeda motor di Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan komunitas seperti Surabaya Main Tanah, kami ingin hadir lebih dekat dengan berbagai karakter pengendara dan kultur sepeda motor di Indonesia. Flat track menunjukkan bahwa kecintaan terhadap motor dapat berkembang menjadi aktivitas yang mempertemukan keterampilan, kreativitas, dan kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi Repsol, kehadiran di tengah komunitas tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga membangun hubungan dan memahami dunia yang menjadi bagian dari minat para pengendara.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya Repsol untuk memperkuat keterlibatannya dalam ekosistem otomotif, termasuk kultur motor custom yang terus berkembang.

BACA JUGA: Piaggio dan Vespa Buka Dealer Motoplex di Palu, Perkuat Jaringan di Sulawesi

Selain berkolaborasi dengan komunitas, Repsol juga memperkenalkan New Motorcycle Range yang terdiri dari empat keluarga produk dengan fokus penggunaan berbeda.

EXTREME ditujukan untuk kebutuhan performa tinggi, sedangkan EXPLORER menyasar pengendara yang gemar touring dan melakukan perjalanan jarak jauh. Adapun URBAN difokuskan pada mobilitas perkotaan, sementara RIDER ditujukan untuk kebutuhan berkendara sehari-hari.

Pembagian tersebut mencerminkan beragam kebutuhan pengguna sepeda motor, mulai dari pengendara yang mengejar performa hingga mereka yang menggunakan kendaraan untuk menunjang aktivitas harian.

Melalui portofolio tersebut, Repsol berupaya menghubungkan pengembangan produk dengan karakter penggunaan sepeda motor yang beragam, sembari memperluas keterlibatannya dalam berbagai segmen kultur roda dua.

Perkembangan flat track di Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar lintasan dan kompetisi. Komunitas yang aktif, kesempatan untuk belajar, serta penyelenggaraan kegiatan dengan memperhatikan keselamatan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara komunitas dan pelaku industri juga dapat membuka ruang interaksi yang lebih luas. Melalui kegiatan bersama, penggemar motor memiliki kesempatan untuk bertukar pengalaman, mengembangkan keterampilan, dan memperkenalkan kultur flat track kepada audiens yang lebih beragam.

Bagi Repsol, komunitas menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan tersebut. Perusahaan ingin terus menjalin interaksi dengan berbagai komunitas roda dua, memahami kebutuhan pengendara, dan mendukung perkembangan kultur otomotif Indonesia.

Pada akhirnya, flat track bukan sekadar perlombaan untuk menjadi yang tercepat. Di balik debu lintasan dan aksi motor yang bergerak menyamping, terdapat perpaduan keterampilan, kreativitas, dan semangat kebersamaan yang membuat disiplin balap ini tetap menarik bagi penggemar sepeda motor.

(om/ns)

 

 

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *