
OTO Mounture — Penjualan mobil Dongfeng Sokon (DFSK) di Indonesia mengalami penurunan pada Februari 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, distribusi mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) DFSK turun cukup tajam dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski begitu, penjualan dari dealer ke konsumen (retail sales) justru masih terjaga stabil di kisaran 100 unit.
Data Gaikindo menunjukkan bahwa wholesales DFSK pada Februari 2026 hanya mencapai 30 unit. Angka ini turun signifikan dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 80 unit.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan wholesales DFSK juga mengalami penurunan. Pada Februari 2025, distribusi pabrik ke dealer tercatat mencapai 88 unit.
Penurunan ini menunjukkan bahwa pengiriman unit dari pabrikan ke jaringan dealer sedang mengalami perlambatan pada awal tahun 2026.
BACA JUGA: Penjualan Isuzu Februari 2026 Melemah, Ini Angkanya
Berbeda dengan wholesales, penjualan retail DFSK kepada konsumen relatif stabil. Pada Februari 2026, penjualan retail tercatat 100 unit, hanya sedikit turun dari Januari 2026 yang mencapai 101 unit.
Bahkan jika dibandingkan dengan Februari 2025 yang hanya mencatat 49 unit, penjualan retail DFSK mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat.
Hal ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen terhadap mobil DFSK masih cukup terjaga, meskipun distribusi dari pabrik ke dealer mengalami penurunan.
Berikut data penjualan DFSK berdasarkan laporan Gaikindo:
Wholesales (pabrik ke dealer)
– Januari 2026: 80 unit
– Februari 2026: 30 unit
– Februari 2025: 88 unit
Retail Sales (dealer ke konsumen)
– Januari 2026: 101 unit
– Februari 2026: 100 unit
– Februari 2025: 49 unit
Perbedaan tren antara wholesales dan retail ini sering terjadi dalam industri otomotif, terutama ketika dealer masih memiliki stok kendaraan dari distribusi sebelumnya.
(om/ls)








