
OTO Mounture — Chery memperagakan kemampuan SUV listrik berkarakter all-terrain, J6T CSH, melalui sesi uji berkendara atau test drive di Hongyang Mountain, Tiongkok.
Pengujian tersebut menjadi bagian dari rangkaian Chery International User Summit 2026 dengan menghadirkan sejumlah tantangan, mulai dari tanjakan, jalan tidak rata, tikungan, ruang putar terbatas, hingga lintasan air.
Melalui pengujian tersebut, Chery menunjukkan bagaimana integrasi sistem penggerak listrik, intelligent All-Wheel Drive (iWD), mode berkendara, suspensi, dan teknologi manuver mendukung kemampuan J6T CSH ketika menghadapi berbagai kondisi jalan.
Kemampuan kendaraan di medan menantang tidak hanya bergantung pada tenaga mesin atau jarak terendah dari tanah (ground clearance), tetapi juga pada pengaturan distribusi tenaga, traksi, stabilitas, dan kendali kendaraan.
J6T CSH mengusung pendekatan tersebut melalui teknologi elektrifikasi yang dirancang untuk menunjang mobilitas harian sekaligus perjalanan di medan yang lebih beragam.
Chery J6T CSH menggunakan teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dengan arsitektur tiga motor (three-motors architecture). Sistem tersebut terdiri dari dua motor penggerak listrik yang terintegrasi dengan sistem iWD serta satu motor-generator.
Kombinasi sistem penggerak tersebut menghasilkan tenaga maksimum hingga 428 PS dan torsi 505 Nm. Output ini dirancang untuk memberikan respons tenaga saat kendaraan menghadapi tanjakan maupun permukaan dengan tingkat traksi berbeda.
Sistem iWD berperan mengatur distribusi tenaga sesuai kebutuhan berkendara. Dukungan 8+1 mode berkendara memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan berdasarkan kondisi lintasan, mulai dari penggunaan normal hingga medan yang membutuhkan pengaturan traksi lebih spesifik.
Dengan pengaturan tersebut, J6T CSH dirancang agar penyaluran tenaga tetap terkendali ketika melewati permukaan yang tidak rata atau menghadapi perubahan kondisi jalan.
BACA JUGA: Chery Q Mulai Dikirim ke Konsumen, Ini Cara Cek Status Unit Online
Selain sistem penggerak, kemampuan off-road Chery J6T CSH turut didukung penggunaan suspensi H-Arm aluminium.
Konstruksi suspensi tersebut dirancang untuk mendukung kestabilan bodi, respons kemudi, serta kenyamanan ketika kendaraan melewati tikungan dan permukaan bergelombang.
Sistem suspensi juga membantu menjaga kontak roda dengan permukaan jalan sehingga pengemudi dapat mempertahankan kendali ketika kontur lintasan berubah.
J6T CSH memiliki ground clearance 220 mm. Jarak tersebut memberikan ruang antara bagian bawah kendaraan dan permukaan jalan saat melewati jalan berbatu, permukaan bergelombang, atau perbedaan ketinggian.
Kombinasi suspensi, jarak terendah dari tanah, dan sistem penggerak listrik menjadi bagian penting dari rancangan J6T CSH sebagai SUV berkarakter all-terrain.
Tantangan lain dalam sesi pengujian di Hongyang Mountain adalah lintasan dengan ruang gerak terbatas. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Chery J6T CSH dilengkapi Turn Pro Function.
Fitur ini memanfaatkan respons motor listrik dan distribusi tenaga dari sistem dual-motor iWD untuk membantu kendaraan berputar dengan radius lebih kecil.
Kemampuan tersebut berguna ketika pengemudi harus mengubah arah di jalur sempit atau lintasan off-road yang tidak menyediakan banyak ruang untuk bermanuver.
Respons motor listrik yang cepat memungkinkan sistem mengatur penyaluran tenaga secara presisi selama kendaraan berbelok. Dengan begitu, pengemudi dapat lebih mudah mengendalikan arah kendaraan ketika menghadapi jalur yang terbatas.
Pengujian juga mencakup lintasan air. Pada kondisi ini, ground clearance, sistem iWD, dan pemilihan mode berkendara menjadi bagian dari dukungan untuk menjaga pergerakan kendaraan tetap terkendali.
Meski demikian, kemampuan melintasi air tetap bergantung pada kedalaman air, kondisi lintasan, serta batas teknis kendaraan yang ditetapkan pabrikan.
BACA JUGA: Tim GR Garage Auto2000 Sukses Dominasi Agya OMR dan Kejurnas ITCR
Dari sisi elektrifikasi, teknologi REEV menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan Chery J6T CSH.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Chery, kendaraan ini memiliki jarak tempuh listrik murni hingga 190 kilometer berdasarkan standar NEDC. Sementara itu, jarak tempuh kombinasi diklaim mencapai 1.000 kilometer.
Pada sistem REEV, motor listrik tetap menjadi penggerak roda. Mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk memasok energi tambahan ketika dibutuhkan, sehingga kendaraan tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya eksternal selama perjalanan.
Pendekatan tersebut memungkinkan kendaraan mempertahankan karakter berkendara elektrik sekaligus menawarkan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
Namun, angka jarak tempuh aktual dapat berbeda bergantung pada kondisi jalan, gaya berkendara, beban kendaraan, cuaca, dan penggunaan fitur pendukung.
Sesi test drive di Hongyang Mountain memperlihatkan pendekatan Chery dalam mengembangkan J6T CSH sebagai SUV berdesain boxy dengan kemampuan berkendara di berbagai medan.
Integrasi tiga motor, sistem iWD, pilihan mode berkendara, suspensi H-Arm aluminium, serta fitur Turn Pro dirancang untuk menunjang traksi, stabilitas, dan kemampuan manuver.
Melalui pengembangan tersebut, Chery berupaya memperluas pemanfaatan teknologi elektrifikasi, tidak hanya untuk mobilitas perkotaan, tetapi juga perjalanan yang menghadapi kondisi jalan lebih beragam.
Pendekatan itu sejalan dengan semangat Together – For Family dan Drive Electric. Go Further. yang diusung perusahaan, dengan menempatkan teknologi sebagai pendukung kenyamanan dan kepercayaan diri pengguna dalam menjalani perjalanan bersama keluarga.
(om/ns)








