
OTO Mounture — Penjualan mobil nasional secara wholesales atau distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer mencapai 679.018 unit sepanjang Januari–September 2026. Dari jumlah tersebut, penjualan mobil Astra tercatat sebanyak 334.987 unit, dengan pangsa pasar mencapai 49 persen.
Berdasarkan data penjualan hingga akhir kuartal III 2026, Astra masih menguasai hampir separuh pasar mobil nasional. Sementara itu, merek-merek di luar grup Astra membukukan penjualan sebanyak 344.031 unit.
Head of Media Relations Division Astra, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan penjualan mobil Astra tumbuh 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Menutup kuartal III tahun 2026, penjualan mobil Astra tumbuh 12,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Astra akan terus mencermati dinamika ekonomi dan perkembangan pasar otomotif nasional sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing, memperkuat sinergi dalam ekosistem otomotif, serta menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Ahmad Muhibbuddin.
Dari sejumlah merek kendaraan di bawah grup Astra, Toyota dan Lexus menjadi kontributor penjualan terbesar sepanjang Januari–September 2026.
Gabungan penjualan Toyota dan Lexus mencapai 198.873 unit. Angka tersebut setara dengan sekitar 59,4 persen dari total penjualan mobil Astra selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Di posisi berikutnya, Daihatsu membukukan penjualan sebanyak 112.442 unit. Sementara itu, Isuzu mencatatkan 22.975 unit dan UD Trucks sebanyak 697 unit.
Jika dirinci berdasarkan merek, berikut penjualan mobil Astra hingga September 2026:
– Toyota dan Lexus: 198.873 unit
– Daihatsu: 112.442 unit
– Isuzu: 22.975 unit
– UD Trucks: 697 unit
Secara keseluruhan, penjualan empat kelompok merek tersebut mencapai 334.987 unit.
Meski penjualan gabungan merek non-Astra lebih tinggi, Astra masih membukukan pangsa pasar sebesar 49 persen sepanjang Januari–September 2026.
Pergerakan pangsa pasar Astra selama sembilan bulan pertama tahun ini menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Pada Januari, pangsa pasar Astra tercatat sebesar 52 persen, kemudian turun menjadi 47 persen pada Februari dan Maret.
Pangsa pasar Astra kembali meningkat menjadi 52 persen pada April dan mencapai 56 persen pada Mei. Setelah itu, angkanya berada di level 52 persen pada Juni, 48 persen pada Juli, 45 persen pada Agustus, dan 46 persen pada September 2026.
Data tersebut memperlihatkan bahwa persaingan pasar mobil nasional masih berlangsung ketat. Astra tetap menjadi salah satu pemain utama, sementara merek-merek di luar grup tersebut secara kolektif terus berkontribusi terhadap penjualan kendaraan di Indonesia.
Selain kendaraan penumpang dan komersial, Astra juga mencatatkan posisi kuat di segmen Low Cost Green Car (LCGC).
Sepanjang Januari–September 2026, penjualan mobil LCGC nasional mencapai 83.997 unit. Dari jumlah tersebut, penjualan LCGC Astra tercatat sebanyak 66.903 unit, dengan pangsa pasar mencapai 80 persen.
Pangsa pasar LCGC Astra berada di level 68 persen pada Januari, lalu meningkat menjadi 73 persen pada Februari dan 79 persen pada Maret. Pada April dan Mei, pangsanya mencapai 83 persen, kemudian naik menjadi 85 persen pada Juni.
Pada Juli dan Agustus, pangsa pasar LCGC Astra tercatat masing-masing sebesar 84 persen, sebelum berada di level 80 persen pada September 2026.
Dengan capaian tersebut, segmen LCGC menjadi salah satu penopang posisi Astra di pasar otomotif nasional. Ke depan, perkembangan daya beli masyarakat, kondisi ekonomi, serta persaingan antarmerek akan menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati dalam melihat arah penjualan mobil di Indonesia.
(om/mg)








