
OTO Mounture — Kemewahan tidak selalu harus ditunjukkan melalui sesuatu yang berlebihan. Dalam banyak pemikiran Timur, wibawa justru dapat hadir melalui ketenangan, ketepatan mengambil keputusan, serta keyakinan seseorang terhadap pilihan dan identitasnya.
Cara pandang tersebut menjadi bagian dari filosofi Hongqi, merek otomotif asal Tiongkok yang telah memiliki perjalanan panjang sejak 1958. Selama lebih dari enam dekade, Hongqi tumbuh beriringan dengan berbagai momen penting dalam sejarah modern Tiongkok, termasuk kendaraan yang digunakan dalam penyambutan kepala negara, seremoni kenegaraan, hingga agenda diplomatik.
Warisan tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi Hongqi dalam membangun konsep Neo-Chinese Luxury, yakni pendekatan terhadap kemewahan modern yang menggabungkan nilai, filosofi, dan estetika Timur dengan teknologi serta desain kontemporer.
Perubahan zaman membuat makna kemewahan ikut berkembang. Bagi konsumen modern, kemewahan tidak lagi semata-mata berkaitan dengan tampilan mewah atau fitur yang berlimpah, tetapi juga pengalaman, kenyamanan, karakter, dan nilai yang melekat pada sebuah produk.
Hongqi berupaya menerjemahkan perubahan tersebut tanpa meninggalkan akar budayanya.
Andrew Nasuri, Director of Indomobil Group, mengatakan perjalanan Hongqi sejak awal memang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai momen penting kepemimpinan di Tiongkok.
“Perjalanan Hongqi sejak awal memang lekat dengan berbagai momen penting kepemimpinan di Tiongkok. Namun bagi kami, yang penting bukan hanya sejarah tersebut, melainkan bagaimana nilai yang lahir darinya tetap relevan hari ini,” ujar Andrew.
Menurutnya, konsep Neo-Chinese Luxury menjadi cara Hongqi membawa ketenangan, perhatian terhadap detail, serta keyakinan terhadap identitas merek ke dalam pengalaman kemewahan yang lebih personal bagi konsumen Indonesia.
BACA JUGA: Studi ICCT: Biaya Operasional Mobil Listrik 33 Persen Lebih Murah
Bagi Hongqi, mempertahankan warisan bukan berarti sekadar mengulang desain masa lalu. Sejak memasuki babak transformasi pada 2018, Hongqi mulai mengembangkan bahasa desain baru yang berusaha membawa identitas Tiongkok ke dalam konteks modern.
Pendekatan tersebut kemudian diperkuat melalui Hongqi–Palace Museum Joint Innovation Laboratory. Kolaborasi ini mempertemukan desainer Hongqi dengan para ahli Palace Museum untuk mengeksplorasi bagaimana budaya dan estetika Tiongkok dapat diterjemahkan ke dalam desain industri modern.
Budaya tidak hanya ditempatkan sebagai ornamen. Hongqi mencoba membawanya ke dalam prinsip desain yang lebih mendasar, mulai dari keseimbangan, proporsi, hubungan manusia dengan ruang, simbolisme, hingga perhatian terhadap detail.
Salah satu prinsip yang menjadi pijakan adalah Taihe (太和), yang merepresentasikan nilai harmoni dan keseimbangan.
Prinsip tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konsep Neo-Chinese Luxury. Kemewahan tidak hanya dipahami dari kemegahan visual, tetapi juga dari bagaimana berbagai elemen dapat berpadu secara harmonis dan menciptakan pengalaman yang berkesan.
Pendekatan tersebut membuat kemewahan dalam perspektif Hongqi tidak selalu harus tampil mencolok.
Kemewahan dapat muncul melalui ruang kabin yang memberikan ketenangan, material yang dipilih secara cermat, detail yang memiliki makna, hingga teknologi yang bekerja secara intuitif tanpa mengambil alih pengalaman pengguna.
Filosofi tersebut juga memiliki kaitan dengan karakter seorang pemimpin. Semakin matang seseorang menentukan arah, keputusan yang diambil cenderung semakin personal. Pilihan tidak lagi dibuat semata-mata untuk mendapatkan pengakuan, melainkan berdasarkan pemahaman terhadap sesuatu yang benar-benar dianggap bernilai.
Konsep inilah yang kemudian coba diwujudkan Hongqi melalui produk-produknya, termasuk Hongqi E-HS9.
BACA JUGA: Ada Apa dengan Chery? Penjualan Mobilnya Terus Merosot di Indonesia
Konsep Neo-Chinese Luxury salah satunya diterjemahkan melalui Hongqi E-HS9, sebuah full-size electric SUV yang telah diperkenalkan di Indonesia.
Hongqi E-HS9 hadir dengan konfigurasi enam kursi berformat 2+2+2. Sebagai SUV listrik berukuran besar, mobil ini tidak hanya mengandalkan tampilan eksterior yang tegas, tetapi juga menawarkan pendekatan kabin yang menitikberatkan pada kenyamanan, keluasan ruang, keseimbangan desain, dan integrasi teknologi.
Bagi Hongqi, teknologi seharusnya mendukung pengalaman berkendara, bukan menjadi pusat perhatian yang justru mengganggu pengguna.
Prinsip serupa diterapkan terhadap konsep kemewahan. Nilai sebuah kendaraan tidak hanya ditentukan oleh apa yang terlihat dari luar, tetapi juga suasana yang dirasakan ketika berada di dalam kabin.
Bagi pengguna dengan aktivitas padat dan mobilitas tinggi, ruang yang mampu menghadirkan kenyamanan dan ketenangan dapat menjadi bentuk kemewahan tersendiri.
Melalui E-HS9, filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam sebuah kendaraan yang dapat dilihat, disentuh, dan dirasakan secara langsung.
Kehadiran Hongqi di Indonesia juga tidak hanya diarahkan pada penjualan kendaraan.
Setelah memperkenalkan identitas merek dan E-HS9 kepada masyarakat Indonesia, Hongqi bersama Indomobil Group kini mempersiapkan rumah pertama Hongqi di Indonesia.
Tempat tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang bagi konsumen untuk mengenal Hongqi secara lebih dekat. Tidak hanya melihat kendaraan, tetapi juga memahami cerita, filosofi, desain, dan pemikiran yang membentuk identitas merek asal Tiongkok tersebut.
Kehadiran rumah pertama Hongqi menjadi bagian dari langkah jangka panjang Indomobil Group dalam membangun eksistensi merek tersebut di pasar Indonesia.
Dengan demikian, perjalanan Hongqi di Indonesia mulai bergerak dari sekadar menghadirkan kendaraan menuju pembangunan pengalaman merek yang lebih utuh.
Konsep Neo-Chinese Luxury pun tidak lagi hanya menjadi filosofi di balik desain dan produk, tetapi mulai diarahkan menjadi pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh konsumen Indonesia.
(om/pd)








