
OTO Mounture — Kinerja Honda di pasar mobil Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 menghadapi tekanan cukup berat. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil Honda secara kumulatif mengalami penurunan pada sisi wholesale maupun retail, sementara produksi juga terkoreksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa pelemahan Honda tidak hanya terjadi pada satu indikator. Distribusi mobil dari pabrikan ke dealer, penjualan kepada konsumen, hingga produksi sama-sama mencatat penurunan.
Berdasarkan laporan Gaikindo periode Januari-Agustus 2026, Honda mencatat wholesale sebanyak 26.437 unit. Angka tersebut turun 37,5 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai 42.291 unit.
Dari sisi retail, penjualan Honda tercatat 31.671 unit, turun 36 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025 yang mencapai 49.513 unit.
Sementara itu, produksi Honda selama delapan bulan pertama 2026 mencapai 25.261 unit, turun 34,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 38.740 unit.
Dengan demikian, ketiga indikator utama tersebut sama-sama menunjukkan pelemahan. Wholesale Honda turun 37,5 persen, retail turun 36 persen, sedangkan produksi terkoreksi 34,8 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025.
Penurunan pada wholesale dan retail menunjukkan adanya pelemahan baik dalam distribusi maupun penjualan ke konsumen. Namun, data tersebut belum cukup untuk menentukan satu penyebab spesifik di balik penurunan kinerja Honda.
BACA JUGA: Calon Pembeli Kecewa, Promo Kredit Lepas E4 Disebut Mendadak Tak Ada
Tekanan terhadap Honda juga terlihat dari perubahan pangsa pasar. Pada periode Januari-Agustus 2025, Honda memiliki pangsa wholesale sekitar 8,5 persen dari pasar mobil nasional. Angka tersebut turun menjadi sekitar 4,4 persen pada periode yang sama 2026.
Artinya, kontribusi Honda terhadap pasar wholesale nasional berkurang hampir setengah dalam kurun waktu satu tahun. Perubahan tersebut turut memengaruhi posisi Honda dalam daftar merek dengan penjualan wholesale terbesar di Indonesia.
Pada Januari-Agustus 2026, Honda mencatat 26.437 unit dan berada di posisi ketujuh. Honda bahkan berada di bawah Mitsubishi Fuso yang membukukan wholesale sebanyak 27.386 unit. Kondisi tersebut menunjukkan semakin ketatnya persaingan pasar otomotif Indonesia pada 2026.
Di tengah penurunan penjualan Honda, sejumlah merek asal Tiongkok justru mencatat pertumbuhan signifikan. BYD membukukan wholesale sebanyak 37.696 unit sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 98,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan membuat BYD menguasai sekitar 6,3 persen pangsa pasar wholesale.
Sementara itu, Jaecoo mencatat pertumbuhan jauh lebih agresif. Wholesale Jaecoo meningkat dari 438 unit pada Januari-Agustus 2025 menjadi 23.834 unit pada periode yang sama 2026.
Kemudian Geely juga mencatat pertumbuhan besar. Wholesale merek tersebut mencapai 12.510 unit, atau meningkat 858,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berlangsung bersamaan dengan melemahnya sejumlah merek Jepang, termasuk Honda.
Namun, data Gaikindo tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa pertumbuhan merek Tiongkok secara langsung menjadi penyebab penurunan Honda. Data hanya memperlihatkan perubahan kinerja masing-masing merek dalam periode yang sama.
Yang terlihat jelas adalah peta persaingan pasar mobil Indonesia sedang mengalami perubahan cukup besar sepanjang 2026.
BACA JUGA: Ada Apa dengan Chery? Penjualan Mobilnya Terus Merosot di Indonesia
Di tengah tren negatif secara kumulatif, terdapat sedikit sinyal positif dari kinerja Honda pada Agustus 2026. Jika dibandingkan dengan Juli 2026, wholesale Honda pada Agustus meningkat 22,8 persen. Penjualan retail juga naik 11,1 persen secara bulanan.
Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2025, kinerja Honda masih berada di zona negatif.
Wholesale Honda pada Agustus 2026 turun sekitar 27,4 persen secara year-on-year, sedangkan retail terkoreksi sekitar 22,6 persen. Dengan kata lain, kenaikan dari Juli ke Agustus belum cukup untuk membalikkan tren penurunan yang terlihat dalam perhitungan kumulatif Januari-Agustus.
Perlu melihat kinerja pada bulan-bulan berikutnya untuk mengetahui apakah kenaikan Agustus menjadi tanda awal pemulihan atau hanya merupakan fluktuasi bulanan.
Data Gaikindo Januari-Agustus 2026 memberikan gambaran bahwa Honda sedang menghadapi tekanan cukup besar di pasar mobil Indonesia.
Wholesale turun 37,5 persen, retail terkoreksi 36 persen, dan produksi berkurang 34,8 persen. Pada saat yang sama, pangsa wholesale Honda menyusut dari sekitar 8,5 persen menjadi 4,4 persen. Di sisi lain, beberapa pemain baru dan merek asal China mengalami pertumbuhan pesat.
Meski demikian, menyebut penurunan Honda sebagai akibat langsung dari pertumbuhan merek tertentu membutuhkan data yang lebih mendalam mengenai preferensi konsumen, model yang terjual, harga, promosi, ketersediaan produk, serta perubahan strategi masing-masing merek.
Yang dapat dipastikan dari data Gaikindo adalah persaingan pasar mobil Indonesia pada 2026 semakin berubah dan posisi Honda mengalami tekanan yang signifikan.
Perkembangan penjualan Honda pada bulan-bulan berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah tren tersebut berlanjut atau mulai mengalami pemulihan.
(om/ls)








