BYD Racco Jadi Basis Mobil Listrik Mungil untuk Eropa, Bawa Teknologi X-Pack

BYD Racco
Foto: BYD

OTO Mounture — BYD dilaporkan tengah menyiapkan mobil listrik mungil untuk pasar Eropa dan sejumlah wilayah lainnya dengan memanfaatkan teknologi yang dikembangkan untuk BYD Racco. Mobil listrik yang saat ini dipasarkan khusus di Jepang tersebut menjadi basis pengembangan teknologi baru untuk kendaraan berukuran kompak.

Informasi mengenai rencana tersebut pertama kali dilaporkan media Jepang Nikkei. Menurut laporan tersebut, BYD tidak akan sekadar membawa Racco ke Eropa, tetapi mengembangkan satu atau beberapa mobil listrik mungil yang dimensinya lebih besar dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar setempat.

Salah satu teknologi utama yang kemungkinan dibawa ke model baru tersebut adalah X-Pack, sistem yang mengintegrasikan baterai dengan inverter dan sejumlah komponen kelistrikan lainnya dalam satu unit.

BYD Racco merupakan mobil listrik yang dikembangkan khusus untuk memenuhi regulasi kei car di Jepang. Kategori kei car dikenal dengan dimensinya yang sangat kompak sehingga cocok digunakan di jalan perkotaan dan gang-gang sempit. Berdasarkan regulasi Jepang, kendaraan kei memiliki panjang maksimum sekitar 3,40 meter dan lebar 1,48 meter, di luar spion.

BYD sendiri mulai memasuki segmen tersebut melalui Racco yang diperkenalkan di Japan Mobility Show dan mulai dijual di Jepang pada Juli 2026. BYD menyebut Racco sebagai model kei EV pertamanya sekaligus kendaraan yang dirancang khusus untuk pasar kei Jepang.

Racco memiliki panjang sekitar 3,395 meter dan lebar 1,475 meter. Versi yang ditawarkan di Jepang menggunakan motor listrik dengan pilihan baterai yang menghasilkan jarak tempuh hingga 320 kilometer, tergantung varian. Untuk harga, BYD Racco 200 dibanderol mulai 2.145.000 yen atau sekitar Rp239,8 juta.

BACA JUGA: Bus Listrik DAMRI di Transjakarta Tembus 316 Unit

Meski menggunakan teknologi Racco, BYD disebut tidak akan melakukan transfer produk secara langsung dari Jepang ke Eropa. Mobil yang dikembangkan untuk pasar Eropa kemungkinan akan memiliki dimensi lebih besar agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen dan regulasi setempat.

Laporan tersebut menyebut BYD berpotensi menjaga panjang kendaraan baru di bawah 4,20 meter. Ukuran tersebut berkaitan dengan rencana kategori kendaraan M1E di Uni Eropa yang ditujukan untuk kendaraan berukuran lebih kecil.

Jika terealisasi, posisi mobil baru tersebut kemungkinan berada di antara BYD Racco dan BYD Dolphin Surf dari sisi ukuran.

Sebagai pembanding, Dolphin Surf yang telah dipasarkan BYD di Eropa memiliki panjang sekitar 3,99 meter. Artinya, mobil baru berbasis teknologi Racco dapat mengisi celah di antara kei car Jepang yang sangat mungil dan hatchback listrik kompak seperti Dolphin Surf.

Salah satu bagian paling menarik dari rencana tersebut adalah penggunaan X-Pack. Pada kendaraan listrik konvensional, inverter dan sejumlah komponen kelistrikan biasanya ditempatkan terpisah dari baterai. BYD mengembangkan pendekatan berbeda dengan mengintegrasikan inverter serta sejumlah komponen kontrol listrik ke dalam unit baterai yang berada di bawah lantai kendaraan.

Integrasi tersebut memungkinkan ruang di bagian depan kendaraan digunakan lebih efisien. Pada Racco, X-Pack juga dipadukan dengan baterai LFP Blade yang menjadi bagian struktural kendaraan dalam konsep cell-to-body.

Dengan pendekatan tersebut, baterai tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi, tetapi juga ikut berperan sebagai bagian dari struktur kendaraan.

BACA JUGA: Indonesian Custom Show 2026 Jadi Ajang Motul Dekatkan Diri dengan Komunitas Otomotif

Teknologi X-Pack berpotensi menjadi salah satu kunci BYD dalam mengembangkan mobil listrik mungil dengan biaya lebih kompetitif.

Integrasi sejumlah komponen dalam satu sistem dapat membantu menghemat ruang sekaligus menyederhanakan arsitektur kendaraan. BYD juga dapat melakukan penskalaan teknologi tersebut untuk platform mobil listrik yang sedikit lebih besar.

Rencana ini menjadi menarik karena pasar Eropa tengah memberikan perhatian lebih besar terhadap kendaraan listrik berukuran kecil dan harga yang lebih terjangkau.

Selain Eropa, teknologi dari Racco juga berpotensi digunakan untuk kendaraan listrik kompak di pasar global lainnya, termasuk Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

Salah satu kemungkinan yang muncul adalah produksi mobil listrik berbasis teknologi Racco dilakukan di fasilitas BYD di Hungaria.

Pabrik BYD di Szeged diproyeksikan menjadi basis produksi kendaraan listrik untuk pasar Eropa. Produksi lokal dapat membantu BYD menyesuaikan produknya dengan kebijakan industri dan kendaraan listrik di kawasan tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor kendaraan dari China.

Meski demikian, mobil listrik baru berbasis teknologi Racco tersebut belum memiliki jadwal peluncuran resmi. Laporan yang beredar menyebut pengembangan detail baru akan dilakukan dan kendaraan tersebut diperkirakan baru hadir dalam beberapa tahun mendatang.

Jika terealisasi, teknologi X-Pack dapat menjadi salah satu senjata BYD untuk masuk lebih dalam ke pasar mobil listrik mungil dan terjangkau, bukan hanya di Eropa tetapi juga sejumlah pasar global yang membutuhkan kendaraan kompak untuk mobilitas perkotaan.

(om/ns)

 

 

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *