
OTO Mounture — Changan Deepal S07 menjadi perbincangan di media sosial setelah seorang pengguna Threads mengungkapkan keraguannya untuk melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Keraguan tersebut terutama berkaitan dengan layanan aftersales Changan di Indonesia.
Melalui akun Threads @allen_gunawan, pengguna tersebut meminta pengalaman pengguna lain mengenai Changan Deepal S07, termasuk kelebihan dan kekurangannya.
“Ada yg punya pengalaman dengan Changan Deepal SO7 ini? Share dong guys pro and cons nya. Aman ga ya kira2? SPK tapi ragu karna aftersalesnya.”
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna Threads. Bahkan, influencer otomotif Ridwan Hanif melalui akun @ridwanhr turut memberikan pandangannya mengenai mobil listrik tersebut.
Menurut Ridwan, Changan Deepal S07 dinilai belum memiliki keunggulan yang benar-benar menonjol jika dibandingkan dengan sejumlah mobil listrik lain di kelasnya.
“Untuk harganya ini mobil nggak ada yang menonjol ya, paling yang memorable kaca frameless sama layar bisa belok,” tulisnya.
Ridwan kemudian menyarankan calon konsumen untuk mempertimbangkan sejumlah model lain, seperti Leapmotor, Aion V, Geely EX5, hingga Hyundai Ioniq 5.
BACA JUGA: Usai Surabaya, GIIAS Bandung 2026 Siap Hadirkan Beragam Merek Baru
Komentar lain datang dari akun @jornanronald yang mengaku sempat berniat melakukan SPK Changan Deepal S07. Namun, ia akhirnya memilih mobil listrik lain setelah mendapatkan pengalaman ketika bertanya kepada tenaga penjual.
“Pernah mau SPK ini, tp sy tny sm salesnya cara belokin tuas AC aja dia ga tau 😅 akhirnya SPK aion V,” tulisnya.
Sementara itu, akun @daddysmurf_1le menyarankan calon konsumen untuk memilih model yang dianggap memiliki kepastian lebih tinggi dari sisi pasar dan jaringan.
Ia menyebut Aion V dan Hyptec sebagai alternatif. Dalam komentarnya, ia juga menyinggung jumlah SPK yang diraih Aion saat GIIAS, yang menurutnya jauh lebih besar dibandingkan Changan.
“Ambil yang pasti2 aja aion v / hyptec, aion kemaren total spk giias 2200 unit, changan cuma 200 an unit kalau tidak salah itupun majority lumin,” tulisnya.
Meski mendapatkan sejumlah kritik dan keraguan, tidak semua komentar bernada negatif. Akun @must.ione mengaku sudah melakukan test drive Deepal S07. Menurutnya, mobil listrik tersebut menawarkan pengalaman berkendara dan suspensi yang cukup nyaman.
“Sudah pernah TD, bagus sih driving dan suspensinya enak,” tulisnya.
Namun, ia juga menyoroti ruang kabin Deepal S07 yang menurut pengalamannya terasa tidak seluas sejumlah kompetitor.
“Yang sedikit mengganjal adalah ruang kabin yang terasa tidak seluas kompetitornya seperti Ioniq 5, Xpeng G6, Sealion 7. Terasa kurang lega di dalam,” lanjutnya.
BACA JUGA: Mengenal Hongqi E-HS9, Flagship SUV Listrik dengan Desain Khas Timur
Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa keputusan membeli mobil listrik tidak hanya mempertimbangkan desain, fitur, performa, atau harga. Aftersales dan jaringan layanan purnajual juga menjadi faktor penting, terutama bagi merek yang masih relatif baru di pasar Indonesia.
Untuk calon konsumen yang sedang mempertimbangkan Changan Deepal S07, pengalaman pengguna di lapangan tentu perlu menjadi salah satu bahan pertimbangan.
Namun, komentar di media sosial bersifat pengalaman pribadi dan tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai kualitas sebuah produk atau layanan.
Pada akhirnya, calon pembeli sebaiknya melakukan test drive, mencari tahu lokasi bengkel resmi terdekat, ketersediaan suku cadang, garansi, biaya perawatan, serta perkembangan jaringan purnajual sebelum memutuskan melakukan SPK.
(om/ls)








