Influencer Aa Juju Ungkap Drama Hyundai Ioniq 5: Tak Bisa Fast Charging, Mogok hingga Head Unit Mati

OTO Mounture — Pengalaman kurang menyenangkan menggunakan Hyundai Ioniq 5 dibagikan influencer Aa Juju di media sosial. Mobil listrik yang dibelinya secara tunai itu disebut mengalami sejumlah masalah meski menurutnya kendaraan masih tergolong baru.

Cerita Aa Juju menjadi perhatian setelah ia mengunggah video melalui akun Instagram dan TikTok miliknya. Dalam video tersebut, ia mengungkap berbagai persoalan yang dialaminya, mulai dari head unit mati, tidak bisa menggunakan fast charging, hingga mobil yang tiba-tiba tidak dapat dinyalakan.

Video itu kemudian ramai ditonton. Hingga saat ini, unggahan tersebut telah ditonton sekitar nyaris 6 juta kali.

“Ini mobil bikin gue sampai berobat ke psikolog karena bikin gue stres, udah gitu aftersalesnya juga bikin gue stres,” ujar Aa Juju dalam video tersebut.

Salah satu masalah yang dikeluhkan Aa Juju berkaitan dengan sistem hiburan atau head unit Hyundai Ioniq 5.

Ia mengaku telah menghubungi nomor yang disimpan sebagai Hyundai Fatmawati untuk menyampaikan keluhannya. Namun, menurut pengakuannya dalam video, pesan atau keluhan tersebut tidak mendapatkan tanggapan seperti yang diharapkan.

Persoalan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari pengalaman yang membuatnya kecewa terhadap layanan purnajual.

Tangkapan Layar

BACA JUGA: GIIAS Surabaya 2026 Digelar 26–30 Agustus, Hadirkan 37 Merek Otomotif

Aa Juju juga menyoroti masalah lain yang berkaitan dengan parkir paralel Hyundai Ioniq 5.

Sebelum membeli mobil, ia mengaku telah menyampaikan kepada tenaga penjual bahwa kebutuhan parkir paralel menjadi pertimbangan penting. Menurutnya, tenaga penjual saat itu menyampaikan bahwa mobil tersebut dapat digunakan untuk parkir paralel.

Namun, setelah mobil digunakan dan beberapa kali diparkir secara paralel, Aa Juju mengaku kendaraan mengalami masalah.

“Mereka tuh tahu kebutuhan gue tuh parkir paralel jadi ini sangat dipermasalahkan sama gue,” katanya.

Ia kemudian mengungkap masalah lain yang muncul pada sistem pengisian daya mobil listrik tersebut.

Masalah berikutnya yang diceritakan Aa Juju adalah fast charging yang tidak dapat digunakan.

Akibat persoalan tersebut, ia mengatakan hanya dapat menggunakan metode pengisian daya yang membutuhkan waktu lebih lama.

“Masalah pertama muncul ini gue nggak bisa pakai fast charging jadi gue bisanya itu pakai charging-an yang lama,” ujar Aa Juju.

Bagi pemilik kendaraan listrik yang mengandalkan pengisian cepat untuk menunjang mobilitas, persoalan tersebut tentu dapat mengganggu penggunaan kendaraan sehari-hari.

Persoalan kemudian berlanjut ketika mobil disebut tiba-tiba tidak bisa dinyalakan.

Aa Juju akhirnya memanggil teknisi ke rumah untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraannya.

Menurut cerita yang disampaikannya, teknisi kemudian mengganti aki mobil karena disebut sudah habis.

“Jadi mobil gue langsung ganti aki karena akinya tuh habis katanya,” ungkapnya.

Dalam video tersebut juga terdengar suara yang diduga berasal dari teknisi yang menjelaskan bahwa penggunaan baterai terlalu berlebihan. Aa Juju kemudian mengatakan dirinya mendapat saran agar tidak terlalu sering memarkir mobil secara paralel.

Hal tersebut membuatnya mempertanyakan kembali informasi yang sebelumnya diberikan tenaga penjual.

BACA JUGA: Hyundai Makin Tertekan di Indonesia, Penjualan Turun Saat Merek Tiongkok Melaju

Aa Juju mengaku kembali menanyakan persoalan tersebut kepada tenaga penjual Hyundai. Menurut ceritanya, tenaga penjual justru menyampaikan bahwa Hyundai Ioniq 5 tersebut sebelumnya telah dites dan dapat digunakan untuk parkir paralel.

Perbedaan informasi inilah yang kemudian menjadi salah satu hal yang dipersoalkan Aa Juju dalam videonya.

Perlu dicatat, cerita mengenai kondisi kendaraan, penggunaan parkir paralel, serta penyebab masalah aki tersebut merupakan versi dan pengalaman yang disampaikan Aa Juju dalam unggahan media sosialnya.

Masalah Hyundai Ioniq 5 milik Aa Juju rupanya belum berhenti setelah teknisi datang ke rumah. Keesokan harinya, ia mengaku head unit kembali mati dan kembali meminta bantuan teknisi.

Aa Juju kemudian mempertanyakan kemampuan teknisi yang datang untuk menangani masalah tersebut. Ia bahkan mengaku menemukan solusi setelah mencari informasi melalui internet dan ChatGPT.

“Udah ngotak-ngatik kalah sama gue nyari di internet,” ujarnya.

Aa Juju mengatakan masih memiliki cerita lanjutan terkait pengalaman tersebut dan berencana membagikannya dalam video berikutnya.

Dalam video lanjutan, Aa Juju bertemu dengan pihak dealer. Keduanya juga terlibat cekcok lantaran sales dianggap tak mengetahui detail soal produk.

Menanggapi video tersebut, Hyundai pun buka suara melalui Head of Brand Interactive Hyundai Motors Indonesia Rouli Sijabat yang mengungkapkan bahwa saat ini Hyundai tengah melakukan penelusuran untuk bisa menyelesaikan kasus tersebut.

“Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami, baik terkait pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales & aftersales kami,” ungkap dia.

“Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan,” lanjut Rouli.

(om/mg)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *