
OTO Mounture — PT Hutama Karya (Persero) terus menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Sebagai salah satu proyek strategis nasional, JTTS tidak hanya berperan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatra, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan bisnis jalan tol perusahaan.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang sekitar 1.185 kilometer. Dari total tersebut, sebanyak 829 kilometer telah beroperasi, sementara 356 kilometer lainnya masih dalam tahap konstruksi, termasuk jalan tol pendukung konstruksi.
Selain mengelola ruas-ruas JTTS di Sumatra, Hutama Karya juga mengoperasikan dua ruas tol di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.
Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, mengatakan bahwa kinerja jalan tol perusahaan terus membaik seiring bertambahnya ruas yang beroperasi dan meningkatnya konektivitas antardaerah.
Menurutnya, JTTS dibangun tidak hanya untuk membuka akses dan mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan jalan tol yang produktif.
Peningkatan konektivitas tersebut tercermin dari pertumbuhan volume lalu lintas yang terus menunjukkan tren positif. Pada periode Lebaran 2026, trafik JTTS, termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), meningkat sebesar 69,5 persen dibandingkan kondisi normal dan tumbuh 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan trafik ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja bisnis jalan tol Hutama Karya.
BACA JUGA: Chery Q Bisa Dipesan Eksklusif di Blibli, Dapat Bonus Sigma Package Senilai Rp40 Juta
Dari sisi keuangan, pendapatan jalan tol Hutama Karya, termasuk kontribusi Hamawas, tumbuh sekitar 26,8 persen pada 2025 dibandingkan tahun 2024.
Jika dibandingkan dengan 2023, pendapatan jalan tol meningkat sekitar 35,7 persen. Kontribusinya terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan juga naik menjadi 16,83 persen pada 2025, dari sebelumnya 11,58 persen.
Salah satu contoh peningkatan trafik yang signifikan terjadi pada Ruas Tol Sigli–Banda Aceh. Setelah Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum dioperasikan secara fungsional, ruas tersebut mencatat kenaikan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) hingga 229 persen, jauh melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa semakin tersambungnya jaringan JTTS berbanding lurus dengan meningkatnya minat masyarakat menggunakan jalan tol.
Selain peningkatan pendapatan, Hutama Karya juga mencatat pertumbuhan Operating Income Jalan Tol yang signifikan.
Pada 2025, Operating Income Jalan Tol meningkat sekitar 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusinya terhadap Operating Income konsolidasian perusahaan mencapai 39,65 persen.
Kinerja positif juga terlihat dari Earnings After Tax (EAT) Jalan Tol yang berhasil berbalik positif pada 2025 setelah sebelumnya masih mencatatkan posisi negatif pada 2023 dan 2024.
Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa bisnis jalan tol Hutama Karya semakin matang dan berada pada jalur pertumbuhan yang sehat. Faktor pendorongnya antara lain meningkatnya trafik, bertambahnya ruas yang beroperasi, serta optimalisasi pengelolaan operasional.
BACA JUGA: Bukan SUV atau Sedan, Anak Muda Ini Pilih Mitsubishi Triton untuk Balap Drag dan Angkut Motor Trail
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa manfaat JTTS kini semakin dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kehadiran jalan tol mampu memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi logistik, membuka akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, serta menciptakan peluang usaha baru di berbagai daerah yang dilalui.
Menurutnya, JTTS bukan sekadar infrastruktur jalan, tetapi juga penghubung aktivitas masyarakat dan pendorong pertumbuhan wilayah.
“Jalan tol membantu perjalanan menjadi lebih cepat dan nyaman, membuka ruang ekonomi baru, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendekatkan masyarakat dengan berbagai layanan dan peluang yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk dijangkau,” ujar Iwan.
Manfaat JTTS juga dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Salah satunya Titha Monica Hardi yang rutin menggunakan Ruas Tol Pekanbaru–Dumai untuk mobilitas harian menuju Duri.
Selain itu, ia juga memanfaatkan Ruas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin saat melakukan perjalanan pulang kampung ke Padang.
Menurut Titha, keberadaan JTTS membuat perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien dibandingkan sebelumnya. Ia berharap pembangunan ruas-ruas baru seperti Bukittinggi–Sicincin maupun Pekanbaru menuju Rengat dapat segera terealisasi untuk semakin mempermudah mobilitas masyarakat di Sumatra.
Untuk menjaga kualitas layanan, Hutama Karya terus melakukan berbagai inovasi dan peningkatan operasional. Upaya tersebut meliputi optimalisasi sarana transaksi tol, peningkatan kesiapan petugas layanan lalu lintas, pemanfaatan teknologi Intelligent Traffic System (ITS), hingga penguatan pengawasan melalui Command Center.
Ke depan, perusahaan berkomitmen menjaga standar pelayanan jalan tol agar semakin andal, aman, dan nyaman bagi pengguna.
Sejalan dengan komitmen Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya akan terus memperkuat peran JTTS sebagai infrastruktur strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi, mempercepat konektivitas wilayah, serta meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat di Pulau Sumatra.
(om/ril)








