Penjualan Denza di Indonesia Anjlok, Wholesales Turun Hampir 80 Persen pada Mei 2026

 

DENZA Z9

OTO Mounture — Kinerja penjualan mobil listrik premium asal Tiongkok, Denza, mengalami tekanan cukup besar di pasar otomotif Indonesia.

Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Denza baik dari sisi wholesales maupun retail sales mengalami penurunan signifikan pada Mei 2026.

Penurunan ini terjadi di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat, dengan sejumlah merek baru terus bermunculan dan menawarkan berbagai pilihan produk kepada konsumen Indonesia.

Data Gaikindo mencatat, penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer Denza pada Mei 2026 tercatat sebanyak 210 unit.

Jumlah tersebut turun drastis dibanding April 2026 yang mencapai 1.032 unit. Dengan demikian, wholesales Denza mengalami penurunan hingga 79,7 persen secara bulanan (month-to-month).

Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penurunan juga cukup dalam. Pada Mei 2025, Denza masih mampu mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 630 unit. Artinya, terjadi penurunan sebesar 66,7 persen secara tahunan (year-on-year).

Secara akumulatif selama Januari hingga Mei 2026, Denza membukukan wholesales sebanyak 2.359 unit. Angka tersebut turun 40,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.965 unit.

Dampak dari penurunan tersebut juga terlihat pada pangsa pasar atau market share wholesales Denza. Hingga Mei 2026, market share Denza tercatat sebesar 0,7 persen, turun dari 1,2 persen pada periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA: Bagasi Muat Carrier 70L hingga Tenda, Mitsubishi Destinator Dibuat untuk Petualangan

Penurunan juga terjadi pada sisi retail sales atau distribusi dari dealer ke konsumen. Pada Mei 2026, Denza mencatatkan penjualan ritel sebanyak 409 unit. Angka tersebut turun 4,2 persen dibanding April 2026 yang mencapai 427 unit.

Jika dibandingkan dengan Mei 2025, penurunan yang terjadi bahkan lebih tajam. Saat itu Denza berhasil membukukan penjualan ritel sebanyak 829 unit. Dengan demikian, retail sales Denza turun 50,7 persen secara tahunan.

Sementara itu, selama periode Januari hingga Mei 2026, total retail sales Denza tercatat sebanyak 1.703 unit. Jumlah tersebut anjlok 57,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3.996 unit.

Penurunan penjualan ritel juga berdampak pada market share Denza di pasar otomotif nasional. Hingga Mei 2026, market share retail sales Denza berada di level 0,5 persen, turun dari 1,2 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Melemahnya penjualan Denza menunjukkan bahwa persaingan di segmen mobil listrik Indonesia semakin kompetitif. Selain harus bersaing dengan sesama merek asal Tiongkok, Denza juga menghadapi tantangan dari produsen Jepang, Korea Selatan, hingga merek-merek baru yang mulai agresif menawarkan kendaraan listrik dengan harga kompetitif.

Meski demikian, pasar kendaraan listrik nasional masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta dukungan pemerintah terhadap ekosistem elektrifikasi.

Dengan sisa waktu tujuh bulan hingga akhir tahun, menarik untuk melihat apakah Denza mampu membalikkan tren penurunan penjualan dan kembali memperkuat posisinya di pasar mobil listrik Indonesia.

(om/ls)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *