Hyundai Kehilangan Pangsa Pasar di Indonesia, Penjualan Merosot hingga 23,5 Persen

OTO Mounture — Kinerja penjualan Hyundai di Indonesia masih menghadapi tekanan sepanjang 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baik penjualan wholesales maupun retail sales Hyundai menunjukkan tren penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Meski penjualan ritel pada Mei 2026 mengalami kenaikan tipis dibanding bulan sebelumnya, secara tahunan dan kumulatif performa Hyundai masih berada dalam tren negatif. Bahkan pangsa pasar atau market share merek asal Korea Selatan tersebut juga mengalami penyusutan yang cukup signifikan.

Data Gaikindo mencatat penjualan wholesales Hyundai pada Mei 2026 mencapai 1.508 unit. Angka tersebut turun 1,7 persen dibanding April 2026 yang membukukan distribusi sebanyak 1.534 unit.

Jika dibandingkan dengan Mei 2025, penurunan yang terjadi lebih dalam. Pada periode yang sama tahun lalu, Hyundai mencatatkan wholesales sebanyak 1.650 unit. Dengan demikian, penjualan wholesales Hyundai pada Mei 2026 turun 8,6 persen secara tahunan (year on year).

Penurunan juga terlihat pada capaian kumulatif Januari hingga Mei 2026. Hyundai hanya mampu membukukan wholesales sebanyak 7.816 unit. Jumlah tersebut menyusut 23,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 10.215 unit.

Kondisi ini turut berdampak pada pangsa pasar Hyundai di segmen wholesales. Market share Hyundai turun menjadi 2,2 persen dari sebelumnya 3,2 persen pada periode Januari-Mei 2025.

BACA JUGA: Di Balik Dominasi BYD di Indonesia, Ada Tiga Fakta Menarik yang Perlu Dicermati

Di sisi lain, penjualan retail Hyundai atau distribusi dari diler ke konsumen menunjukkan sedikit perbaikan pada Mei 2026.

Hyundai berhasil menjual 1.462 unit kendaraan pada Mei 2026, naik tipis 0,8 persen dibanding April 2026 yang mencatatkan penjualan sebanyak 1.450 unit.

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penjualan retail Hyundai masih mengalami penurunan sebesar 11,4 persen. Sebagai perbandingan, pada Mei 2025 Hyundai mampu menjual 1.651 unit kendaraan kepada konsumen.

Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, Hyundai membukukan retail sales sebanyak 7.736 unit. Angka tersebut turun 21,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 9.862 unit.

Tidak hanya volume penjualan, market share Hyundai di segmen retail sales juga mengalami penurunan. Pangsa pasar Hyundai menyusut dari 3 persen pada Januari-Mei 2025 menjadi 2,2 persen pada periode yang sama tahun ini.

BACA JUGA: Produsen Mobil Tiongkok Ubah Strategi Ekspansi Global, Leasing Lintas Negara Jadi Senjata Baru

Penurunan market share pada segmen wholesales maupun retail sales menunjukkan Hyundai menghadapi tantangan yang semakin besar di pasar otomotif nasional.

Meski masih memiliki sejumlah model andalan di segmen kendaraan elektrifikasi dan SUV, laju pertumbuhan pasar yang semakin kompetitif membuat kontribusi Hyundai terhadap total penjualan nasional mengalami penurunan.

Turunnya market share dari kisaran 3 persen menjadi 2,2 persen juga menjadi sinyal bahwa persaingan dengan merek Jepang dan pemain baru asal Tiongkok semakin ketat sepanjang 2026.

Berdasarkan data terbaru Gaikindo, Hyundai belum berhasil keluar dari tekanan penjualan yang terjadi sejak awal tahun.

Wholesales Hyundai selama Januari-Mei 2026 turun 23,5 persen menjadi 7.816 unit, sementara retail sales menyusut 21,6 persen menjadi 7.736 unit.

Dengan market share yang ikut tergerus hingga 2,2 persen, Hyundai perlu bekerja lebih keras untuk mempertahankan posisinya di pasar otomotif Indonesia yang kini semakin kompetitif.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *