Pengalaman Pakai Mitsubishi Xpander Cross ke Dieng, Pemilik Akui Sempat Dag-Dig-Dug Hadapi Tanjakan

OTO Mounture — Mitsubishi Xpander Cross dikenal sebagai salah satu Low SUV favorit di Indonesia. Desain gagah, ground clearance tinggi, serta fitur modern menjadi alasan banyak konsumen memilih mobil ini sebagai kendaraan keluarga sekaligus teman berpetualang.

Salah satu pemiliknya adalah Harum Nila Sari, warga Perum Persada Jayanti, Kabupaten Tangerang, yang membagikan pengalaman menggunakan Xpander Cross Premium Package CVT miliknya setelah menempuh jarak sekitar 6.500 kilometer.

Menurut Harum, keputusan membeli Mitsubishi Xpander Cross pada 2024 lalu bukan tanpa alasan. Mobil ini dinilai cocok untuk pasangan muda yang membutuhkan kendaraan nyaman namun tetap tampil stylish.

“Saat itu saya merasa Xpander Cross sangat cocok untuk pasangan muda seperti kami. Desainnya gagah, ground clearance-nya tinggi, dan kenyamanan kabinnya juga cukup baik dibanding kompetitornya,” ujarnya.

Selain desain, Harum juga menyukai karakter mobil yang dianggap tidak terlalu pasaran.

“Bagi saya, Xpander Cross juga bukan mobil sejuta umat, jadi terasa lebih spesial,” sambungnya.

BACA JUGA: JAECOO Klaim Biaya Energi Mobil Hybrid Mulai Rp5 Jutaan per Tahun, Ini Keunggulan J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS

Pengalaman paling berkesan dirasakan Harum saat membawa Xpander Cross menuju kawasan Dieng, Jawa Tengah.

Diketahui, jalur menuju dataran tinggi Dieng memiliki karakter tanjakan serta kontur jalan naik turun yang cukup menantang bagi kendaraan.

“Waktu itu saya sempat ragu apakah mobil ini kuat atau tidak saat menghadapi tanjakan menuju Dieng,” katanya.

Namun setelah dijalani, kekhawatiran tersebut akhirnya hilang karena mobil dinilai mampu melewati jalur menanjak dengan baik.

“Dengan kemantapan berkendara akhirnya saya bisa sampai ke puncak Dieng. Jujur saja sempat bikin dag-dig-dug, tapi ternyata Xpander Cross mampu melewatinya dengan baik,” jelas Harum.

Ia menilai kemampuan mobil saat menanjak juga harus dibarengi teknik berkendara yang tepat dari pengemudi.

Untuk menghadapi tanjakan, Harum menyarankan penggunaan gigi rendah seperti mode L atau 2 pada transmisi otomatis agar tenaga mobil lebih optimal.

Selain itu, momentum kendaraan juga perlu dijaga dan pengemudi dapat memanfaatkan fitur Hill Start Assist (HSA) agar mobil tidak mundur saat berhenti di tanjakan.

BACA JUGA: Chery Q Siap Masuk Indonesia? Mobil Listrik Compact Ini Viral Usai Kantongi 56 Ribu Pemesanan

Dalam penggunaan sehari-hari, Harum mengaku memiliki dua fitur favorit pada Mitsubishi Xpander Cross. Fitur pertama adalah Brake Auto Hold yang dianggap sangat membantu saat menghadapi kemacetan.

“Aktivitas saya sehari-hari sering melewati jalur macet. Dengan fitur ini sangat membantu karena kaki tidak perlu terus menekan rem, jadi badan juga tidak cepat capek,” ujarnya.

Sementara fitur kedua adalah Active Yaw Control (AYC) yang membantu menjaga stabilitas kendaraan saat bermanuver. “Dengan gaya berkendara saya yang kadang cukup cepat, fitur AYC membuat handling mobil terasa lebih stabil,” jelasnya.

Dari sisi perawatan, Harum mengaku tidak mengalami kendala karena jaringan dealer Mitsubishi cukup luas di Indonesia. Selain itu, mesin 1.5L MIVEC DOHC 16 Valve pada Xpander Cross juga dinilai memiliki konsumsi bahan bakar yang efisien.

“Menurut saya konsumsi BBM-nya lumayan irit. Kalau dibandingkan dengan kompetitor di kelasnya, Xpander Cross termasuk juara,” tegas Harum.

Sebagai pengguna, Harum berharap Mitsubishi terus menghadirkan inovasi fitur agar tetap mampu bersaing dengan merek lain yang kini semakin agresif di pasar otomotif Indonesia.

“Fitur harus terus diinovasi supaya tidak kalah dengan brand lain, apalagi sekarang banyak merek baru,” harapnya.

Ia juga berharap Mitsubishi tetap menjaga kualitas produk sekaligus mempertimbangkan harga yang kompetitif.

Harum turut menyoroti aplikasi Mitsubishi Motors ID (MMID) yang menurutnya sudah cukup baik, namun masih bisa dikembangkan, terutama pada sistem notifikasi interaksi di beranda aplikasi.

Ke depan, Harum mengaku belum memiliki rencana memodifikasi Xpander Cross miliknya. Jika suatu saat ingin mengganti kendaraan, ia lebih tertarik untuk upgrade ke Mitsubishi Pajero Sport karena dianggap memiliki perpaduan desain gagah, kenyamanan, serta ketangguhan khas Mitsubishi Motors.

(om/ns)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *