Penjualan Mobil Tiongkok di Indonesia Maret 2026: BYD dan Jaecoo Bersaing Ketat, Ini Data Lengkapnya

Jaecoo

OTO Mounture — Penjualan mobil pabrikan Tiongkok di Indonesia pada Maret 2026 menunjukkan dinamika yang menarik. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), beberapa merek mengalami penurunan, namun ada juga yang justru mencatat pertumbuhan signifikan.

Dua nama besar, yakni BYD dan Jaecoo, menjadi sorotan utama karena mencatat angka penjualan tertinggi dan bersaing sangat ketat di pasar nasional.

Dari sisi distribusi pabrik ke diler (wholesales), Jaecoo berhasil memimpin pasar mobil Tiongkok di Indonesia pada Maret 2026. Penjualan Jaecoo mencapai 3.035 unit, diikuti BYD sebanyak 2.941 unit, Geely 1.195 unit, Wuling 1.020 unit, dan Chery 995 unit.

Kinerja Jaecoo terbilang impresif mengingat merek ini belum hadir pada Maret 2025. Sementara itu, BYD justru mengalami penurunan dari Februari 2026 yang mencapai 4.653 unit.

Beberapa merek lain seperti Geely dan Jetour menunjukkan tren pertumbuhan tahunan yang cukup kuat.

Di sisi lain, penurunan cukup dalam dialami oleh Denza, yang turun dari 1.587 unit pada Maret 2025 menjadi hanya 455 unit di Maret 2026.

BACA JUGA: Penjualan Mobil Maret 2026 Anjlok 24%, Ini Data Lengkap dan Daftar Merek Terlaris

Berbeda dengan wholesales, pada sisi retail sales (penjualan ke konsumen), BYD justru tampil sebagai pemimpin pasar. BYD sukses menorehkan penjualan sebanyak 4.153 unit pada Maret 2026.

Disusul Jaecoo yang mencatatkan retail sales sebanyak 2.868 unit, lalu Wuling menorehkan penjualan 1.093 unit, Chery dengan catatan penjualan sebanyak 1.075 unit, serta Geely menjual sebanyak 1.007 unit.

Dominasi BYD menunjukkan permintaan konsumen terhadap kendaraan listrik masih kuat, terutama di segmen EV yang menjadi fokus utama brand tersebut. Sebaliknya, Jaecoo mengalami sedikit penurunan dibanding Februari 2026, meski tetap berada di posisi kedua.

BACA JUGA: Jaecoo J5 EV Jadi Mobil Listrik Terlaris di Indonesia, Penjualannya Tembus Ribuan Unit

Beberapa merek mencatat pertumbuhan signifikan secara tahunan (year-on-year), di antaranya Geely yang naik drastis dari 176 unit (Maret 2025) menjadi 1.195 unit.

Kemudian penjualan Jetour meningkat dari 64 unit menjadi 270 unit, serta GWM tumbuh dari 164 unit menjadi 285 unit. Kehadiran model baru dan ekspansi jaringan diler menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ini.

Tidak semua brand menikmati pertumbuhan. Sejumlah merek justru mengalami penurunan, seperti Wuling yang mengalami penurunan penjualan dari 1.761 unit menjadi 1.020 unit.

Kemudian Chery penjualannya turun dari 1.829 unit menjadi 995 unit, serta Denza yang penjualannya anjlok dari 1.587 unit menjadi 455 unit. Penurunan ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari persaingan harga hingga strategi produk.

Beberapa merek baru mulai menunjukkan eksistensinya di pasar Indonesia, antara lain Xpeng mulai mencatat penjualan sejak 2026
Polytron ikut meramaikan pasar kendaraan listrik. Lalu Changan dan Aletra juga mulai masuk pasar.

Meski volumenya masih kecil, kehadiran mereka menandakan pasar otomotif Indonesia semakin kompetitif, terutama di segmen elektrifikasi.

(om/ns)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *