
OTO Mounture — Berkendara merupakan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta refleks tubuh yang baik. Kedua hal tersebut hanya bisa didapatkan ketika kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan prima.
Namun dalam praktiknya, masih banyak pengemudi yang tetap memaksakan diri untuk berkendara meskipun kondisi tubuh sedang tidak fit. Padahal, beberapa penyakit ringan sekalipun dapat memengaruhi konsentrasi dan kemampuan reaksi saat berada di balik kemudi.
Adapun kondisi tubuh yang lelah dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan terserang penyakit. Meski tergolong ringan, beberapa penyakit tetap dapat mengganggu fokus pengemudi saat berkendara.
Berikut tiga penyakit ringan yang sebaiknya diwaspadai sebelum memutuskan untuk mengemudi.
BACA JUGA: Peran Teknologi ADAS dalam Meningkatkan Keselamatan Berkendara di Jalan Raya
1. Flu
Flu sering dianggap sebagai penyakit ringan yang tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun bagi pengemudi, kondisi ini bisa berdampak serius terhadap keselamatan berkendara.
Flu biasanya menyebabkan tubuh terasa lemas, nyeri, pusing, hingga menurunkan tingkat konsentrasi. Selain itu, bersin yang terjadi secara tiba-tiba juga dapat mengganggu kendali kendaraan.
Sebagai gambaran, saat kendaraan melaju dengan kecepatan 40 kilometer per jam, mobil dapat menempuh jarak sekitar 13 meter dalam satu detik. Ketika pengemudi bersin pada kecepatan tersebut, kendaraan akan melaju tanpa kendali sejauh jarak tersebut karena pengemudi tidak dapat melihat jalan untuk sesaat.
2. Sakit mata
Mata merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting saat mengemudi. Gangguan pada mata, sekecil apa pun, dapat memengaruhi visibilitas pengemudi.
Jika pengemudi mengalami sakit mata, sebaiknya menunda aktivitas berkendara terlebih dahulu. Penglihatan yang terganggu dapat menurunkan konsentrasi serta meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
3. Migrain
Migrain atau sakit kepala sebelah juga dapat memengaruhi kemampuan berkendara seseorang.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyempitan atau pembengkakan pembuluh darah di otak. Migrain juga sering dipicu oleh faktor seperti cahaya terang dan suara bising, yang sering ditemui saat berkendara di jalan raya.
Akibatnya, pengemudi dapat mengalami penurunan fokus dan reaksi menjadi lebih lambat saat menghadapi situasi di jalan.
BACA JUGA: Konsumen Jaecoo J5 EV Ancam Tempuh Jalur Hukum, Soroti Dugaan Wanprestasi Dealer Siliwangi Bekasi
Ketika mengalami penyakit seperti flu atau migrain, banyak orang memilih mengonsumsi obat agar tetap bisa beraktivitas. Namun pengemudi perlu berhati-hati karena beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping berupa kantuk.
Sebelum mengonsumsi obat, sebaiknya membaca informasi mengenai efek sampingnya terlebih dahulu. Jangan sampai kondisi tubuh yang sedang sakit justru diperparah dengan rasa kantuk saat mengemudi.
Jika kondisi tubuh sedang tidak sehat, langkah terbaik adalah beristirahat hingga pulih sepenuhnya. Dengan begitu, pengemudi dapat kembali berkendara dengan aman dan nyaman tanpa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
(om/ril)








