
OTO Mounture — Penjualan mobil listrik asal Tiongkok, Xpeng di Indonesia menunjukkan dinamika menarik pada awal 2026. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Xpeng pada Januari 2026 tercatat sebanyak 77 unit, baik untuk wholesales maupun retail sales.
Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan Desember 2025 yang sempat menyentuh 310 unit.
Wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler mencerminkan suplai kendaraan ke jaringan penjualan. Adapun data Wholesales Xpeng pada Januari 2026 tercatat sejumlah 77 unit, turun dibandingkan pada bulan sebelumnya, yakni Desember 2025 yang mencapai 310 unit.
Penurunan signifikan dari Desember ke Januari kemungkinan bisa dipengaruhi berbagai faktor, seperti penyesuaian stok akhir tahun, strategi distribusi awal tahun, atau kondisi pasar otomotif yang cenderung melambat setelah periode promo akhir tahun.
BACA JUGA: Penjualan Jetour Seret di Awal 2026, Hanya 185 Unit! Pasar Indonesia Belum Tergoda?
Sedangkan di sisi retail sales atau distribusi dari diler ke konsumen menunjukkan angka yang sama dengan wholesales pada periode ini.
Data Retail Sales Xpeng pada Januari 2026 mencapai 77 unit, turun dibandingkan periode Desember 2025 yang berhasil melego sebanyak 310 unit.
Kesamaan angka wholesales dan retail sales pada Januari 2026 mengindikasikan bahwa unit yang dikirim ke diler langsung terserap pasar di bulan yang sama.
Diketahui, Xpeng menjadi salah satu brand otomotif asal Tiongkok yang mulai meramaikan pasar kendaraan listrik nasional. XPeng sendiri resmi masuk ke pasar Indonesia pada akhir Februari 2025 melalui kemitraan dengan Erajaya Active Lifestyle.
Jenama mobil listrik premium ini langsung memulai perakitan lokal (CKD) untuk model G6 dan X9 di Purwakarta, Jawa Barat.
(om/ls)








