
OTO Mounture — Baru-baru ini, beredar informasi mengenai kerusakan CV Joint pada sebuah mobil besutan pabrikan Tiongkok yang terjadi saat sesi Media Test Drive. Insiden tersebut sontak menyedot perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial maupun komunitas otomotif.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu peserta test drive dilaporkan mendengar bunyi keras dari bagian bawah kap mesin, yang kemudian diikuti kondisi mobil tidak dapat dikemudikan kembali.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, terlihat adanya bagian besi berlubang di dekat boks transmisi, yang secara umum merupakan rangkaian dari CV Joint. Tak lama setelah melintasi speed bump, kendaraan tersebut mengalami gangguan serius hingga akhirnya berhenti total.
BACA JUGA: CSR Suzuki Indonesia 2025: Dari Edukasi Industri hingga Pelestarian Lingkungan
Lantas apa sebenarnya CV Joint tersebut?
CV Joint atau Constant Velocity Joint merupakan komponen penting yang berada pada as roda mobil, terutama pada kendaraan dengan sistem penggerak roda depan (FWD) maupun All Wheel Drive (AWD).
Fungsinya adalah meneruskan tenaga dari transmisi ke roda dengan kecepatan putaran yang tetap stabil, meskipun roda bergerak naik-turun mengikuti suspensi dan berbelok.
Komponen ini memungkinkan roda depan tetap dapat berputar dengan halus tanpa kehilangan tenaga, sekaligus menjaga kenyamanan dan kendali kendaraan.
Secara umum, komponen ini memiliki beberapa fungsi krusial, antara lain menyalurkan tenaga mesin dari transmisi ke roda, menjaga kestabilan putaran roda saat mobil berbelok.
Kemudian mengakomodasi gerakan suspensi di jalan bergelombang, serta mengurangi getaran berlebih pada sistem penggerak. Kerusakan pada CV Joint dapat menyebabkan mobil sulit dikendalikan, bahkan tidak dapat berjalan sama sekali.
BACA JUGA: Ini Penyebab Ban Mobil Mudah Pecah dan Cara Mencegahnya
Kerusakan komponen pada kaki-kaki mobil ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti tekanan dan beban berlebih saat pengujian ekstrem, benturan keras, termasuk saat melewati speed bump dengan kecepatan tinggi.
Lalu, kelelahan material akibat pemakaian berulang, atau pelumas CV Joint berkurang akibat karet pelindung (boot) rusak. Gejala awal kerusakan CV Joint biasanya ditandai dengan suara keras atau getaran tidak wajar dari bagian roda maupun kolong mobil.
(om/ls)








