Lampu Indikator Airbag Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lampu Indikator Airbag

OTO Mounture — Airbag mobil merupakan salah satu fitur keselamatan utama yang dirancang untuk melindungi pengemudi dan penumpang saat terjadi benturan. Namun, jika lampu indikator airbag menyala di dashboard, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Indikator tersebut menandakan adanya gangguan pada sistem keselamatan yang berpotensi membuat airbag tidak berfungsi saat terjadi kecelakaan.

Memahami arti indikator airbag dan cara mengatasinya sangat penting agar pengemudi tetap #SafeDriving dan merasa aman saat berada di balik kemudi.

BACA JUGA: Biaya Balik Nama Mobil Bekas: Syarat, Prosedur, dan Estimasi Lengkap

Berikut beberapa penyebab umum lampu indikator airbag menyala beserta solusinya:

1. Kerusakan Sensor Airbag

Sensor airbag yang kotor atau rusak tidak mampu mendeteksi benturan secara akurat. Kondisi ini membuat sistem menonaktifkan airbag secara otomatis. Solusinya adalah melakukan penggantian sensor di bengkel resmi agar sesuai standar pabrikan.

2. Kabel dan Konektor Longgar

Getaran kendaraan atau pemasangan jok yang kurang tepat dapat menyebabkan kabel dan konektor di bawah jok terlepas. Membersihkan dan mengencangkan kembali konektor biasanya dapat mematikan lampu indikator.

3. Baterai Lemah atau Tegangan Tidak Stabil

Sistem airbag sangat bergantung pada kelistrikan kendaraan. Baterai yang lemah atau tegangan tidak stabil dapat memicu indikator menyala. Jika perlu, lakukan penggantian baterai agar sistem kembali normal.

4. Kerusakan Modul Kontrol Airbag

Modul kontrol berfungsi mengatur seluruh sistem airbag. Jika komponen ini bermasalah, lampu indikator akan terus menyala. Penanganannya harus dilakukan di bengkel resmi dengan alat diagnostik khusus.

Catatan: Hindari mencoba memperbaiki sistem airbag sendiri atau mencabut kabel tanpa pengetahuan teknis. Kesalahan penanganan dapat menyebabkan kerusakan serius atau airbag mengembang secara tidak sengaja.

BACA JUGA: BYD Tegaskan Inovasi Jangka Panjang Meski Teknologinya Kerap Ditiru Kompetitor

Agar sistem airbag tetap berfungsi optimal, lakukan perawatan berikut:

– Lakukan servis berkala di bengkel resmi sesuai jadwal pabrikan

– Hindari modifikasi sistem kelistrikan tanpa konsultasi teknisi

– Periksa kondisi kabel dan konektor di bawah jok secara berkala

– Waspadai bunyi atau getaran tidak normal di area dashboard atau pilar

– Jangan memasang aksesori tambahan yang berpotensi mengganggu sensor airbag

Perlu diketahui, sistem airbag umumnya memiliki umur pakai sekitar 10–15 tahun. Setelah melewati usia tersebut, disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keandalan sistem keselamatan kendaraan.

(om/ns)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *