
OTO Mounture — Di tengah harga energi yang fluktuatif, efisiensi bahan bakar menjadi hal penting bagi para pengguna kendaraan. Namun, hemat BBM bukan hanya soal jenis kendaraan yang digunakan, melainkan juga bagaimana cara merawat mesin serta gaya berkendara sehari-hari.
Pembalap reli nasional, Rifat Sungkar, membagikan sejumlah tips sederhana agar konsumsi bahan bakar kendaraan bisa lebih efisien. Ia menjelaskan bahwa kunci utama efisiensi bahan bakar terletak pada dua faktor utama, yakni kondisi kendaraan dan perilaku pengemudi.
“Yang paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” kata Rifat.
Lalu bagaimana cara berkendara agar konsumsi BBM lebih hemat? Berikut beberapa tips dari Rifat Sungkar.
BACA JUGA: Industri EV Makin Ketat, BYD Pangkas 10 Persen Karyawan dan Genjot Teknologi Baterai
1. Pastikan Mesin dalam Kondisi Optimal
Menurut Rifat, performa mesin sangat menentukan efisiensi konsumsi bahan bakar. Mesin yang sehat akan bekerja lebih ringan sehingga kebutuhan energi menjadi lebih kecil.
Untuk menjaga performa kendaraan, pengemudi disarankan melakukan beberapa hal berikut:
– Menggunakan pelumas yang sesuai spesifikasi mesin
– Melakukan servis injektor secara berkala
– Memastikan filter bahan bakar (fuel filter) tetap bersih
– Menjaga sistem pengapian, termasuk kondisi busi
“Mobil modern walaupun sudah canggih tetap membutuhkan perawatan agar tetap berada di titik optimal,” ujarnya.
2. Hindari Gaya Berkendara Agresif
Selain kondisi mesin, gaya berkendara juga menjadi faktor besar yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar.
Rifat menjelaskan bahwa kebiasaan berkendara agresif seperti menempel kendaraan di depan, sering melakukan rem dan gas secara tiba-tiba, dapat membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros.
“Kalau nyetirnya nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros,” jelasnya.
Sebagai solusi, ia menyarankan pengemudi untuk menerapkan gaya berkendara yang lebih halus dan mengalir (flowing). Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
– Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan
– Menghindari akselerasi mendadak
– Mengurangi pola berkendara stop-and-go
Dengan cara ini, konsumsi bahan bakar bisa ditekan secara signifikan.
BACA JUGA: Shockbreaker Mobil Rusak? Kenali 6 Tanda dan Cara Merawatnya Agar Tetap Nyaman
3. Jaga RPM Tetap Rendah
Tips berikutnya adalah menjaga putaran mesin atau RPM tetap rendah dengan kecepatan yang optimal. Menurut Rifat, semakin tinggi tenaga yang dipaksa keluar dari mesin, maka semakin besar energi atau bahan bakar yang digunakan.
“Prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin di RPM serendah mungkin,” ujarnya.
Untuk mobil dengan transmisi otomatis, biasanya sistem gearbox sudah dirancang untuk mencari titik efisiensi terbaik secara otomatis. Jika kendaraan memiliki fitur mode berkendara Eco, pengemudi juga disarankan untuk menggunakannya.
4. Gunakan Gigi yang Tepat pada Mobil Manual
Bagi pengguna mobil dengan transmisi manual, penggunaan transmisi atau gigi yang tepat sangat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Rifat menyarankan agar pengemudi menggunakan gigi setinggi mungkin dengan RPM serendah mungkin.
Menurutnya, mempertahankan gigi rendah dengan RPM tinggi justru membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros. “Kalau mau efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Harus ada penyesuaian,” kata suami dari aktris Sissy Priscillia tersebut.
5. Ubah Mindset Berkendara
Lebih dari sekadar teknik mengemudi, Rifat juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir saat berkendara. Menurut dia, efisiensi energi berarti bersedia mengorbankan sedikit performa demi konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
Dengan kombinasi perawatan kendaraan yang tepat dan gaya berkendara yang bijak, efisiensi BBM sebenarnya bukan hal yang sulit untuk dicapai.
Rifat juga menjelaskan bahwa kapasitas tangki BBM kendaraan pada dasarnya sudah dirancang sesuai kebutuhan mobilitas harian masyarakat.
Secara umum, kata dia, sepeda motor memiliki tangki berkapasitas 3–7 liter, dan M=mobil pribadi memiliki tangki 35–60 liter, tergantung jenis kendaraan.
Dengan konsumsi rata-rata motor membutuhkan sekitar 0,5–1 liter per hari untuk jarak 20–30 km, sedangkan mobil pribadi membutuhkan sekitar 3–5 liter per hari untuk jarak 30–50 km.
Artinya, dalam penggunaan normal satu kali pengisian penuh sebenarnya sudah cukup untuk beberapa hari. Karena itu, pengemudi tidak perlu terlalu sering atau berlebihan saat melakukan pengisian bahan bakar.
“Ini semua bisa kita lakukan,” ujar Rifat.
(om/ril)








