
OTO Mounture — Saat melakukan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, teknik pengereman menjadi salah satu kemampuan dasar yang wajib dikuasai pengendara. Pengereman yang tepat berperan besar dalam menjaga keamanan dan keselamatan saat berkendara di jalan raya.
Setiap pengendara biasanya memiliki kebiasaan berbeda saat mengerem. Ada yang lebih mengandalkan rem depan, namun tidak sedikit pula yang terbiasa menggunakan rem belakang terlebih dahulu, baru kemudian mengombinasikannya dengan rem depan.
Dilansir dari laman Suzuki Indonesia, penggunaan rem depan atau rem belakang sejatinya bergantung pada kondisi jalan, bukan semata-mata kecepatan kendaraan. Artinya, tidak ada aturan baku bahwa pengereman harus selalu dimulai dari rem depan atau belakang.
Secara teori, saat pengendara menarik rem depan, beban sepeda motor akan berpindah ke bagian depan. Kondisi ini membuat roda depan memiliki daya cengkeram yang lebih kuat ke aspal. Jika jalanan dalam kondisi mulus dan tidak licin, penggunaan rem depan sangat aman dan efektif.
BACA JUGA: Subaru BRZ Super Series 2026 Resmi Dimulai, Digelar Bersamaan GT World Challenge Asia
Namun, bagaimana dengan rem belakang?
Rem belakang sangat disarankan digunakan saat sepeda motor melaju dalam kecepatan sedang. Misalnya ketika berkendara santai di jalan perkotaan, terjebak kemacetan, dan mengatur laju motor secara perlahan.
Pada kondisi tersebut, penggunaan rem belakang lebih aman karena membantu mengontrol kecepatan tanpa risiko roda terkunci. Meski demikian, perlu dipahami bahwa daya pengereman rem belakang tidak sekuat rem depan.
Hal ini memang sudah menjadi desain mayoritas pabrikan. Umumnya, spesifikasi rem belakang selalu lebih rendah dibandingkan rem depan, baik dari ukuran maupun sistem pengeremannya.
BACA JUGA: All New Honda Vario 125 Resmi Meluncur di Jakarta–Tangerang
Satu hal penting yang harus selalu diingat oleh pengendara sepeda motor adalah pengereman paling efektif dilakukan dengan mengombinasikan rem depan dan belakang secara bersamaan.
Penggunaan kedua rem secara seimbang akan mengurangi kecepatan motor secara lebih stabil, menjaga keseimbangan kendaraan, serta meminimalkan risiko tergelincir atau roda terkunci.
Dengan teknik pengereman yang tepat, pengendara dapat lebih siap menghadapi berbagai kondisi jalan dan situasi darurat.
Secara keseluruhan, tidak ada teknik pengereman yang benar-benar mutlak. Kunci keselamatan berkendara terletak pada pemahaman kondisi jalan, kecepatan, dan penggunaan rem yang tepat.
Rem depan dan rem belakang memiliki fungsi masing-masing, dan hasil terbaik akan diperoleh saat keduanya digunakan secara bersamaan dan terkontrol.
(om/ns)








