Shockbreaker Mobil Rusak? Kenali 6 Tanda dan Cara Merawatnya Agar Tetap Nyaman

Shockbreaker
Foto: Hyundai Indonesia

OTO Mounture — Shockbreaker mobil merupakan komponen penting pada sistem suspensi yang berfungsi meredam getaran dan menjaga stabilitas kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan.

Namun seiring waktu dan penggunaan, performa shockbreaker bisa menurun bahkan mengalami kerusakan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan berkendara serta berpotensi membahayakan keselamatan.

Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk mengenali tanda-tanda shockbreaker mobil rusak serta mengetahui cara merawatnya agar tetap berfungsi optimal.

Ada beberapa gejala yang dapat menjadi indikasi bahwa shockbreaker mobil mulai mengalami kerusakan.

1. Mobil Mudah Goyang

Ketika shockbreaker mulai aus, kendaraan akan terasa lebih mudah bergoyang, terutama saat melewati jalan berlubang atau bergelombang. Hal ini terjadi karena shockbreaker tidak lagi mampu meredam getaran secara optimal.

2. Stabilitas Berkendara Terganggu

Kerusakan pada shockbreaker juga dapat membuat stabilitas kendaraan menurun, terutama ketika melintasi jalan yang tidak rata. Mobil akan terasa lebih sulit dikendalikan karena suspensi tidak bekerja secara maksimal.

3. Muncul Suara Knocking

Salah satu tanda yang sering muncul adalah suara knocking atau bunyi keras dari area suspensi saat mobil berjalan. Bunyi ini biasanya terjadi karena komponen shockbreaker sudah mengalami keausan atau kerusakan.

BACA JUGA: Perjalanan Jauh Pakai Mobil Listrik Tak Perlu Khawatir, Ini Tips dari Chery

4. Ban Cepat Aus

Shockbreaker yang rusak dapat menyebabkan ban mobil cepat aus atau tidak merata. Hal ini terjadi karena tekanan dan kontak ban dengan permukaan jalan tidak stabil.

5. Mobil Terasa Menimbang saat Menikung

Jika shockbreaker sudah tidak bekerja dengan baik, mobil akan lebih mudah menimbang saat menikung. Kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan sekaligus meningkatkan risiko kehilangan kendali saat bermanuver.

6. Oli Shockbreaker Bocor

Pada mobil dengan suspensi berbasis fluida, kerusakan shockbreaker juga bisa ditandai dengan kebocoran oli. Biasanya terlihat dari cairan yang merembes keluar akibat goresan atau kerusakan pada tabung shockbreaker.

BACA JUGA: Jangan Salah Isi BBM Mobil Hybrid, Pakai Oktan Rendah Bisa Picu Knocking dan Turunkan Performa

Agar shockbreaker tidak cepat rusak dan tetap bekerja optimal, ada beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan.

1. Periksa Kondisi Shockbreaker Secara Berkala

Melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi kerusakan shockbreaker lebih awal. Dengan begitu, perbaikan atau penggantian komponen bisa dilakukan sebelum kerusakan semakin parah.

2. Pastikan Tidak Ada Benda yang Mengganggu Suspensi

Perhatikan area sekitar suspensi agar tidak ada batu, kerikil, atau benda lain yang bisa mengganggu kerja shockbreaker. Benda-benda tersebut berpotensi merusak komponen suspensi jika tersangkut.

3. Hindari Membawa Beban Berlebih

Membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan dapat membuat shockbreaker bekerja lebih keras dari seharusnya. Kondisi ini dapat mempercepat kerusakan pada komponen suspensi dan memengaruhi kenyamanan berkendara.

Secara keseluruhan, shockbreaker memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan saat berkendara. Dengan kondisi shockbreaker yang baik, kendaraan dapat tetap stabil, nyaman, dan aman digunakan di berbagai kondisi jalan.

Karena itu, pemilik mobil disarankan untuk melakukan pemeriksaan shockbreaker secara rutin, baik secara mandiri maupun melalui bengkel resmi dengan bantuan teknisi profesional.

(om/ril)

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *