Ini Deretan Penyakit yang Dianggap Ringan, tapi Bisa Ganggu Konsentrasi Pengemudi

Ilustrasi berkendara (Foto: dok. Freepik.com)

OTO Mounture — Melakukan aktivitas berkendara, mengharuskan pengemudi dalam keadaan sehat. Hal itu demi kelancaran dan keamanan selama berkendara terutama dalam perjalanan jauh.

Namun terkadang beberapa penyakit ringan dianggap sepele oleh sebagian pengemudi saat melakukan perjalanan. Berikut ini beberapa penyakit yang dianggap ringan, namun bisa ganggu konsentrasi saat mengemudi seperti dikutip dari siaran pers Auto2000.

1. Gangguan Pencernaan

Segera perhatikan jenis dari gangguannya, apakah melilit, perih atau hanya nyeri-nyeri saja. Sebaiknya periksakan dan sebaiknya disembuhkan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berangkat atau mengemudi.

Jaga pola makan sebelum melakukan perjalanan dan bila kondisi baru dirasakan ketika dalam perjalanan, jangan ragu untuk segera menepi.

BACA JUGA: Kiat Berkendara agar Irit BBM

2. Sakit Kepala Sebelah

Jangan sepelekan sakit kepala, karena meskipun dianggap ringan, tapi berpotensi menjadi lebih parah, apalagi ketika pengemudi kelelahan saat mengemudikan kendaraan. Ini bisa menjadi pemicu kecelakaan lantaran konsentrasi berkendara terganggu. Segera hentikan mobil dan minum obat sakit kepala, serta beristirahat sejenak secukupnya.

3. Kram Otot

Kram otot bisa berlangsung selama beberapa detik hingga menit dan sering kali terjadi pada bagian kaki. Di antara sebabnya adalah posisi mengemudi yang kurang ergonomis sehingga menyebabkan cidera atau aktivitas fisik yang tinggi saat itu.

Segera menepi, hentikan aktivitas mengemudi, dan stretching untuk melemaskan otot. Jika belum kunjung reda, berikan pijatan halus pada bagian otot yang kram.

BACA JUGA: Kiat Mudah Hemat Bahan Bakar untuk Mobil

4. Iritasi Mata

Meskipun di dalam mobil, bukan berarti pengemudi terhindar dari terpaan debu dan angin. Tidak ada salahnya untuk selalu menyediakan obat tetes mata di mobil sebagai pertolongan pertama setelah menepikan mobil. Kalau belum tersedia, manfaatkan air bersih untuk membasuh mata dan melunturkan debu.

5. Asam Urat dan Nyeri Sendi

Rasa sakit yang satu ini akan sangat menyiksa karena sering menyerang bagian lipatan jari yang harus mengalami kontak langsung saat mengemudi. Segera oleskan salep pereda rasa sakit pada bagian sendi yang terasa nyeri. Hindari minum obat pereda rasa sakit karena dapat menyebabkan kantuk.

6. Flu Ringan

Penyakit flu dipicu oleh virus dan mudah menular di ruang tertutup seperti kabin mobil. Penyakit ini juga merepotkan dan mengganggu saat harus bersin padahal sedang mengemudi mobil. Langkah terbaik adalah menepi dan beristirahat sejenak untuk meredakan gejalanya.

Terkait hal itu, maka pengemudi perlu memperhatikan di mana meskipun ringan, namun semua penyakit tersebut dapat mengganggu konsentrasi saat mengemudi. Segera hentikan kendaraan di tempat aman dan cari pertolongan, baik menghubungi keluarga atau orang di sekitar.

Obat-obatan yang tepat dapat mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan, masalahnya salah satu efek samping obat adalah mengantuk. Jangan paksakan mengemudi mobil setelah mengonsumsi obat, istirahat dulu atau minta anggota keluarga sebagai sopir pengganti. (OM/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *