Engine Mounting Mobil Rusak? Ini Penyebab, Ciri-Ciri, dan Waktu yang Tepat untuk Menggantinya

Foto: Hyundai Indonesia

OTO Mounture — Engine mounting mobil merupakan komponen penting yang berfungsi untuk menopang mesin sekaligus meredam getaran agar tidak langsung terasa ke bodi kendaraan. Komponen ini biasanya terbuat dari kombinasi logam dan karet yang dirancang untuk menjaga posisi mesin tetap stabil.

Namun seiring penggunaan kendaraan, engine mounting bisa mengalami keausan atau kerusakan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah seperti getaran berlebih hingga gangguan pada kenyamanan berkendara.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik mobil untuk mengetahui penyebab engine mounting rusak serta tanda-tanda yang perlu diwaspadai.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada engine mounting mobil.

1. Getaran Mesin yang Terlalu Kuat

Salah satu penyebab utama kerusakan engine mounting adalah getaran mesin yang berlebihan.

Komponen ini berfungsi menahan beban mesin sekaligus meredam getaran. Jika getaran mesin terlalu kuat dalam waktu lama, karet pada engine mounting bisa cepat aus atau bahkan retak.

Solusinya adalah dengan segera mengganti engine mounting yang rusak serta melakukan pemeriksaan kondisi mesin secara berkala.

2. Benturan atau Kecelakaan

Benturan keras, seperti akibat kecelakaan atau menghantam lubang besar di jalan, juga dapat merusak engine mounting.

Benturan tersebut dapat membuat posisi engine mounting bergeser atau mengalami kerusakan struktural, sehingga tidak mampu menopang mesin dengan baik.

Karena itu, setelah mengalami benturan keras sebaiknya melakukan pemeriksaan komponen mesin, termasuk engine mounting.

BACA JUGA: Teknologi Chery Super Hybrid Jadi Andalan Perjalanan Jarak Jauh, Sekali Isi Energi Bisa Tempuh 1.000 Km

3. Perawatan Mobil yang Tidak Tepat

Kurangnya perawatan kendaraan juga dapat mempercepat kerusakan engine mounting.

Jika mobil jarang diservis atau komponen lain seperti mesin dan transmisi tidak dirawat dengan baik, beban kerja engine mounting bisa meningkat.

Melakukan servis berkala, penggantian oli, dan pemeriksaan komponen mesin secara rutin dapat membantu memperpanjang usia pakai engine mounting.

4. Beban Kendaraan Terlalu Berat

Mengangkut beban berlebih juga bisa mempercepat kerusakan engine mounting.

Beban berat membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga menghasilkan getaran dan tekanan tambahan pada engine mounting.

Dalam kondisi ini, komponen tersebut harus menahan beban yang lebih besar dari kapasitas normalnya.

BACA JUGA: Penjualan Jaecoo di Indonesia Melonjak Februari 2026, Salip Banyak Merek dan Tempel Ketat BYD

Secara umum, engine mounting mobil memiliki umur pakai sekitar 50.000 hingga 60.000 kilometer.

Namun usia tersebut bisa berbeda tergantung pada pola penggunaan kendaraan. Jika mobil sering digunakan di jalan rusak, membawa beban berat, atau menempuh perjalanan jauh, kerusakan bisa terjadi lebih cepat.

Karena itu, penting untuk memeriksa kondisi engine mounting secara berkala saat melakukan servis kendaraan.

Ada beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi bahwa engine mounting mobil sudah mulai rusak atau aus.

Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan:

1. Muncul suara berisik saat mesin dinyalakan

2. Getaran mesin terasa lebih kuat dari biasanya

3. Posisi mesin terasa tidak stabil atau bergoyang

4. Sulit memindahkan tuas transmisi pada mobil otomatis

5. Kenyamanan berkendara berkurang

6. Mobil terasa tidak stabil saat melewati jalan berlubang atau bergelombang

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan di bengkel untuk memastikan kondisi engine mounting.

(om/ns)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *