
OTO Mounture — Mobil hybrid semakin populer karena menawarkan efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah. Namun, pemilik mobil hybrid tetap perlu memahami cara merawat kendaraan ini, terutama ketika mobil tidak digunakan dalam waktu lama.
Pada mobil Hybrid EV Toyota, mesin bensin atau Internal Combustion Engine (ICE) tidak hanya berfungsi sebagai sumber tenaga tambahan, tetapi juga membantu mengisi daya baterai hybrid.
Mesin ini juga bekerja ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih, seperti saat menanjak, menyalip kendaraan lain, atau melaju stabil di jalan tol.
Karena masih menggunakan mesin bensin, mobil hybrid tetap memerlukan perlakuan tertentu seperti mobil konvensional, termasuk menyalakan mesin secara berkala ketika kendaraan lama tidak digunakan.
Menurut Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, pemilik mobil hybrid sebaiknya tetap menyalakan kendaraan secara rutin jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama.
“Pada periode libur atau mudik Lebaran, sebagian AutoFamily mungkin tidak menggunakan mobil hybrid Toyota untuk aktivitas harian. Jika ditinggalkan dalam waktu tertentu, sebaiknya mobil tetap dinyalakan secara berkala dengan mengaktifkan mode READY agar sistem hybrid bekerja dan kondisi aki serta sistem kelistrikan tetap terjaga,” ujarnya.
Selain itu, pemilik kendaraan juga disarankan untuk memeriksa indikator pada panel instrumen guna memastikan tidak ada peringatan pada sistem kendaraan.
BACA JUGA: Penjualan Mobil Tiongkok di Indonesia Februari 2026: BYD dan Jaecoo Mendominasi
Secara umum, mesin mobil modern sebenarnya tidak perlu dipanaskan lama sebelum digunakan, karena hal tersebut justru dapat membuang bahan bakar dan menghasilkan emisi yang tidak perlu.
Namun, jika mobil jarang digunakan atau ditinggalkan dalam waktu lama, memanaskan mesin tetap diperlukan untuk menjaga kondisi aki kecil (auxiliary battery) agar tidak kehabisan daya.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Panaskan Mesin Sebentar Saja
Mobil keluaran terbaru cukup dipanaskan sekitar 1–2 menit sebagai persiapan sebelum digunakan.
Sementara jika mobil ditinggal dalam waktu lama, pemilik disarankan menyalakan mesin sekitar 10–15 menit setiap tiga hari sekali. Tujuannya untuk mengisi daya aki kecil sekaligus membantu oli dan cairan lain bersirkulasi.
Akan lebih baik lagi jika mobil dijalankan sebentar agar seluruh sistem kendaraan bekerja secara optimal.
2. Tidak Perlu Menginjak Pedal Gas
Banyak pengemudi masih memiliki kebiasaan menginjak pedal gas setelah mesin menyala. Padahal hal ini tidak disarankan.
Saat mesin baru hidup, oli belum sepenuhnya mengalir ke seluruh komponen. Jika pedal gas langsung ditekan, gesekan pada mesin bisa meningkat dan mempercepat keausan komponen.
Selain itu, campuran udara dan bahan bakar juga belum sempurna sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan emisi meningkat.
3. Pastikan Ventilasi Memadai
Ketika memanaskan mobil, pastikan area sekitar memiliki ventilasi udara yang baik.
Gas buang kendaraan mengandung karbon monoksida (CO) yang tidak berwarna dan tidak berbau, namun sangat berbahaya bagi kesehatan jika terhirup dalam jumlah besar.
Karena itu, hindari memanaskan mobil di garasi tertutup tanpa sirkulasi udara yang cukup.
4. Periksa Indikator di Panel Instrumen
Panel instrumen memberikan informasi penting mengenai kondisi kendaraan.
Jika muncul indikator peringatan seperti tekanan oli atau sistem rem, sebaiknya segera membawa mobil ke bengkel resmi Toyota untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.
BACA JUGA: Seven Event Umumkan 11 Pameran 2026, dari GIIAS hingga SIAL Interfood
Pada mobil hybrid Toyota, menekan tombol start belum tentu langsung menyalakan mesin bensin. Hal ini tergantung pada kapasitas baterai hybrid.
Jika baterai masih penuh, mesin bensin bisa saja tidak aktif atau hanya menyala sebentar. Karena itu, ada cara untuk menyalakan mesin secara manual melalui Maintenance Mode.
Menurut Sapta Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, mode ini biasanya digunakan teknisi saat melakukan perawatan kendaraan hybrid.
Langkah Mengaktifkan Maintenance Mode
1. Posisikan tuas transmisi di P.
2. Tanpa menginjak pedal rem, tekan tombol Start dua kali hingga dashboard menyala.
3. Injak pedal gas dua kali penuh.
4. Pindahkan transmisi ke N, lalu injak pedal gas dua kali penuh.
5. Pindahkan kembali transmisi ke P, lalu injak pedal gas dua kali penuh.
6. Perhatikan indikator pada MID hingga muncul tulisan Maintenance Mode.
Setelah indikator Maintenance Mode aktif, lakukan langkah berikut:
– Injak pedal rem
– Tekan tombol Start
– Mesin bensin akan menyala terus-menerus untuk mengisi daya aki kecil.
Biarkan kendaraan menyala sekitar 15 menit agar aki kecil terisi kembali dan oli mesin bersirkulasi dengan baik. Setelah itu, mesin dapat dimatikan.
(om/ril)








