PMI Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera, Bosch Dukung dengan Teknologi Pembersihan

PMI - Bosch

OTO Mounture — Lebih dari dua bulan setelah bencana ekologis melanda sejumlah wilayah di Sumatera, fokus penanganan kini bergeser ke fase pemulihan hak-hak dasar masyarakat terdampak.

Hingga 31 Januari 2026, tercatat lebih dari 106 ribu warga masih mengungsi, dengan ratusan ribu rumah serta fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ibadah mengalami kerusakan serius.

Skala dampak tersebut menuntut percepatan pemulihan, terutama pada sektor permukiman dan infrastruktur vital, agar roda sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.

Dalam mandatnya sebagai bagian dari upaya kemanusiaan nasional, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memimpin proses pemulihan dengan mengerahkan relawan di berbagai wilayah terdampak, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Salah satu tantangan utama di lapangan adalah proses pembersihan lumpur dan sisa material banjir yang masih menumpuk di banyak lokasi.

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi, menjelaskan bahwa di sejumlah daerah seperti Aceh Tengah, Aceh Timur, Tapanuli, Sibolga, hingga wilayah Agam, Solok, dan Padang, ketebalan lumpur tidak memungkinkan pembersihan dilakukan secara manual.

“PMI akan bekerja setidaknya hingga akhir tahun ini, dan sangat mungkin diperpanjang karena proses pembersihan bisa berlangsung hingga tiga tahun. Dukungan peralatan berkapasitas besar menjadi kunci agar pemulihan berjalan lebih cepat dan aman,” ujar Arifin.

BACA JUGA: BlackVue Elite 10-2 CSH Debut di IIMS 2026, Rekaman Dual 4K dan Cloud Monitoring

Menjawab kebutuhan tersebut, Bosch Indonesia melalui Bosch Power Tools memberikan dukungan nyata dengan menyalurkan 25 unit High Pressure Washer senilai sekitar Rp97 juta.

Peralatan ini memiliki tekanan air 100–120 bar, yang mampu mempercepat pembersihan permukiman dan fasilitas umum, sekaligus meningkatkan keselamatan relawan di lapangan.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak untuk kembali beraktivitas secara bertahap, terutama menjelang Ramadan 2026, ketika kebutuhan akan lingkungan yang bersih dan layak huni menjadi semakin penting.

“Di fase pascabencana, tantangannya bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga efektivitas dan keselamatan kerja. Kami berharap dukungan ini dapat mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan jangka panjang,” ujar Fenny Anggraeni Sofyan, Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia.

Komitmen Bosch tidak berhenti pada dukungan peralatan. Sejalan dengan inisiatif keberlanjutan global, Bosch Indonesia juga melibatkan partisipasi karyawan melalui penggalangan dana Rp4,9 juta yang disalurkan melalui Foodbank of Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari inisiatif Bosch Bersama Negeri, yang berfokus pada tiga pilar utama: lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan teknologi berdampak.

Melalui kolaborasi antara PMI, Bosch, dan berbagai pemangku kepentingan, proses pemulihan pascabencana di Sumatera diharapkan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat terdampak.

(om/ril)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *