
OTO Mounture — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul dan berdaya saing melalui penguatan pendidikan vokasi industri.
Salah satu langkah strategis yang diakselerasi adalah penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship) yang diadaptasi dari sistem pendidikan vokasi Swiss.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran sentral dalam menyiapkan tenaga kerja industri yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus menjaga keberlanjutan rantai pasok nasional.
“Pendidikan vokasi merupakan tulang punggung dalam mencetak SDM industri yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global. Melalui praktik kerja industri yang terstruktur, lulusan vokasi diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Agus dalam keterangannya.
BACA JUGA: Julian Johan Jadi Wakil Indonesia di Rally Dakar 2026 Setelah 14 Tahun Absen
Dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan perubahan kebutuhan kompetensi dunia kerja, Kemenperin mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui implementasi Structured Internship.
Program ini mengadopsi sistem ganda (dual system), yaitu pembelajaran yang dilakukan di dua lokasi, yakni satuan pendidikan dan perusahaan, dengan pendampingan langsung oleh pelatih tempat kerja yang kompeten.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan bahwa penerapan awal program tersebut dimulai melalui kegiatan Pre-discussion Structured Internship yang dilaksanakan bersama Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).
“Melalui kegiatan ini, kami memetakan kesiapan serta praktik yang telah berjalan di berbagai satuan pendidikan vokasi di lingkungan Kemenperin,” kata Doddy.
BACA JUGA: Mitsubishi Motors Perpanjang Program Peduli Banjir Sumatra hingga Januari 2026
Penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur di Kemenperin mendapat dukungan dari program SS4C yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO).
Program ini melibatkan kementerian terkait dan dunia industri di Indonesia untuk membangun sistem pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis industri melalui politeknik dan akademi komunitas terpilih.
Sebagai bentuk penguatan implementasi, pada tahun 2024 Kemenperin bersama SS4C telah menerbitkan Buku Panduan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship Guideline).
Panduan ini memuat prosedur lengkap mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian praktik kerja industri, serta menjelaskan peran dan tanggung jawab seluruh pihak terkait.
Saat ini, Kemenperin menaungi 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK di berbagai daerah. Berdasarkan data BPSDMI per September 2025, sebanyak 90 persen lulusan politeknik dan akademi komunitas Kemenperin tahun 2024 telah terserap di dunia kerja, sementara lebih dari 75 persen lulusan SMK binaan Kemenperin juga langsung bekerja di sektor industri.
(om/ril)








