
OTO Mounture — Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 bukan sekadar pengamanan arus lalu lintas selama mudik Lebaran. Operasi ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga momentum sosial dan spiritual selama Ramadan hingga Idulfitri.
Menurut Agus, Operasi Ketupat mengusung tagline “Mudik Aman Keluarga Bahagia” dengan tujuan memastikan masyarakat dapat menjalani rangkaian ibadah Ramadan hingga perjalanan mudik dan arus balik dengan aman dan nyaman.
“Operasi Ketupat bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik. Ini adalah bentuk kehadiran Polri untuk menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan, sehingga keselamatan menjadi prioritas utama,” ujarnya.
BACA JUGA: Laba Astra 2025 Turun 3 Persen, Bisnis Otomotif Tetap Stabil di Tengah Lesunya Pasar Mobil
Dalam rangka mempersiapkan pengamanan mudik Lebaran tahun ini, Kakorlantas Polri juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan selama operasi berlangsung.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 26 Maret 2026, sementara gelar pasukan akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026 sebagai tanda dimulainya operasi pengamanan secara nasional.
“Hari ini kita cek kesiapan anggota, termasuk sarana prasarana dan seluruh kelengkapan yang akan digunakan selama Operasi Ketupat,” jelasnya.
Pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini akan melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk kepolisian, TNI, serta kementerian dan lembaga terkait.
Selain itu, sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan juga akan disiapkan di berbagai titik strategis untuk membantu masyarakat selama perjalanan mudik.
Agus menekankan bahwa keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Stakeholder dan kolaborasi adalah kunci. Kami sudah melakukan rapat koordinasi, latihan Tactical Floor Game (TFG), serta evaluasi Operasi Ketupat tahun sebelumnya agar pelaksanaan tahun ini bisa lebih baik,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tips Berkendara Nyaman saat Ramadan, Jangan Sampai Emosi di Jalan
Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat 2026 akan memfokuskan pengamanan pada lima klaster utama yang menjadi perhatian selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Lima klaster tersebut meliputi jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan tempat wisata.
Beberapa pelabuhan utama yang menjadi perhatian pengamanan antara lain Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ketapang, dan Pelabuhan Gilimanuk.
Selain itu, pengamanan juga akan difokuskan pada masjid, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta jalur alternatif yang digunakan pemudik.
“Operasi Ketupat mencakup pengamanan jalan tol, arteri, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, hingga tempat wisata dan jalur alternatif,” pungkas Agus.
(om/ril)








