Hino Salurkan CSR Pendidikan ke Poltrada Bali, Serahkan Truk Hino 300 dan Mesin 5C

Hino CSR Pendidikan

OTO Mounture — PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) ke Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali) dengan menyerahkan satu unit kendaraan Hino 300 beserta komponen utama Mesin 5C.

Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran praktis guna meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang teknologi kendaraan dan transportasi darat.

Sebelumnya, HMMI juga telah menyalurkan CSR pendidikan serupa berupa simulator transmisi dan komponen mesin ke Universitas Udayana, Bali.

Langkah ini disebut menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Hino dalam mendukung link and match antara dunia pendidikan dan industri otomotif.

BACA JUGA: Kia Siap Debut di Indonesia, IIMS 2026 Jadi Titik Awal

Dalam sambutannya, Presiden Direktur HMMI, Hiroshi Terawaki, menegaskan bahwa program CSR ini merupakan bagian dari komitmen Hino dalam mendukung pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Fasilitas praktik yang memadai akan membantu mahasiswa memahami teknologi kendaraan secara lebih aplikatif. Kami berharap Poltrada Bali dapat terus menghasilkan lulusan yang siap kerja, kompeten, dan andal dalam mendukung pembangunan nasional,” katanya.

Adapun komponen Mesin 5C yang diserahkan meliputi cylinder block, cylinder head, connecting rod, camshaft, dan crankshaft, yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

BACA JUGA: Jetour T2 Hangus Terbakar Usai Kecelakaan di Tol Jagorawi

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Bambang Siswoy, menilai bahwa dukungan dunia industri memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Menurutnya, pemanfaatan kendaraan dan komponen praktik dari industri akan memperkaya proses pembelajaran yang semakin dinamis dan aplikatif.

“Penguatan pendidikan vokasi berbasis industri akan terus kami dorong secara berkelanjutan. Pola pembelajaran harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, digitalisasi, serta transformasi sektor transportasi dan logistik, termasuk efisiensi energi dan aspek keselamatan transportasi,” tutup Bambang Siswoyo.

Melalui program CSR ini, Hino berharap dapat berkontribusi langsung dalam mencetak SDM transportasi darat yang unggul, sejalan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.

(om/ril)

 

 

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *