
OTO Mounture — Centrepark menggelar Media Gathering Centrepark 2026 dengan tema “Parking Outlook 2026: Driving Urban Mobility in Indonesia”, sebuah forum yang menyoroti peran parkir sebagai elemen krusial namun kerap luput dari diskursus besar mobilitas perkotaan di Indonesia.
Di tengah laju urbanisasi, pertumbuhan jumlah kendaraan, serta keterbatasan ruang kota, parkir tidak lagi diposisikan sekadar fasilitas pendukung.
Parkir kini dipandang sebagai titik awal dan akhir setiap perjalanan, yang secara langsung memengaruhi keteraturan lalu lintas, efisiensi kawasan, hingga pengalaman mobilitas masyarakat perkotaan.
Melalui forum ini, Centrepark mengajak para pemangku kepentingan—mulai dari pengelola kawasan, pengembang properti, hingga pemerintah, untuk melihat parkir dari perspektif yang lebih strategis, sebagai bagian integral dari ekosistem mobilitas kota yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Komisi XII DPR Dukung Proyek Dragon IBC–CATL, Perkuat Hilirisasi Baterai Nasional
Charles Richard Oentomo, Director Centrepark Group, menegaskan bahwa parkir berperan sebagai “silent engine” mobilitas kota.
Menurutnya, pengelolaan parkir yang tepat terbukti mampu berkontribusi langsung terhadap kelancaran arus kendaraan, mengurangi antrean, serta menciptakan keteraturan di kawasan perkotaan.
“Skala mobilitas perkotaan juga tercermin dari data trafik parkir lintas sektor yang dikelola Centrepark. Kontribusi terbesar berasal dari pusat perbelanjaan dan bandara, disusul sektor perkantoran, pelabuhan, apartemen, hingga rumah sakit. Data ini menjadi indikator penting dalam membaca pola pergerakan masyarakat urban,” katanya pada acara Media Gathering di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
BACA JUGA: Survei J.D. Power 2025: Kualitas Merek BYD Sedikit di Bawah Rata-rata Industri
Sejalan dengan tuntutan kota modern, sistem parkir kini mengalami transformasi signifikan. Dari sistem manual, parkir berevolusi menuju layanan terintegrasi berbasis teknologi yang menghadirkan proses lebih cepat, aman, cashless, dan real-time.
Transformasi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna, tetapi juga memberikan visibilitas operasional yang lebih tinggi bagi pengelola kawasan dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Lebih jauh, Centrepark menilai parkir telah berevolusi dari sekadar cost center menjadi value driver. Sistem parkir yang dikelola secara profesional mampu meningkatkan nilai properti, memperbaiki pengalaman pengunjung, serta mendukung pengembangan ekosistem smart mobility di perkotaan.
Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun, Centrepark saat ini mengelola lebih dari 700 lokasi parkir yang tersebar di 60+ kota di Indonesia. Total ruang parkir yang dikelola mencapai lebih dari 300.000 slot, dengan layanan terhadap ratusan juta transaksi parkir setiap tahunnya.
Seluruh operasional tersebut didukung oleh ekosistem teknologi parkir terintegrasi, yang menjadi fondasi Centrepark dalam mendukung pengelolaan kawasan modern dan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.
(om/ril)








