
OTO Mounture — Perusahaan pembiayaan PT BRI Multifinance Indonesia menegaskan komitmennya menjaga kualitas portofolio pembiayaan tetap solid setelah momentum Idul Fitri atau Lebaran 2026.
Perseroan memproyeksikan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) tetap terkendali dan berada dalam koridor risk appetite yang telah ditetapkan perusahaan. Optimisme ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi musiman yang turut menjaga kemampuan bayar nasabah.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa periode Lebaran secara konsisten menjadi katalis bagi perputaran ekonomi nasional, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun aktivitas produktif masyarakat.
“Momentum Lebaran selalu memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi. Kami melihat tren pasca Lebaran tetap kondusif sehingga rasio NPF diproyeksikan berada pada level yang sehat dan sejalan dengan strategi pengelolaan risiko perusahaan,” ujarnya.
BACA JUGA: 5 Cara Merawat Aki Basah Mobil Agar Awet dan Tidak Mudah Soak
Untuk menjaga kualitas aset tetap stabil, BRI Finance terus memperkuat disiplin manajemen risiko secara end-to-end. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperketat proses underwriting melalui analisis yang lebih mendalam terhadap profil risiko dan kapasitas finansial calon nasabah.
Selain itu, perusahaan juga mengakselerasi pemanfaatan sistem early warning guna mengidentifikasi potensi penurunan kualitas pembiayaan sejak dini.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dengan kualitas portofolio pembiayaan yang sehat.
Di sisi lain, BRI Finance juga mengintensifkan engagement dengan nasabah, terutama pada periode setelah Lebaran. Perseroan melakukan pendekatan melalui edukasi serta komunikasi proaktif guna mendorong kedisiplinan pembayaran.
Dalam menangani pembiayaan bermasalah, perusahaan tetap mengedepankan pendekatan yang persuasif dan berbasis solusi dengan mempertimbangkan kondisi finansial masing-masing nasabah.
BACA JUGA: Penjualan Denza di Indonesia Turun di Awal 2026, Distribusi dari Pabrik ke Dealer Menyusut
Berdasarkan data internal perusahaan, posisi rasio NPF BRI Finance saat ini masih berada dalam batas aman yang telah ditetapkan manajemen.
Wahyudi menegaskan bahwa perusahaan akan terus menerapkan pendekatan pengelolaan pembiayaan yang konstruktif agar stabilitas kualitas aset tetap terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sepanjang 2026.
“Dengan strategi pengelolaan risiko yang disiplin dan komunikasi yang baik dengan nasabah, kami optimistis kualitas pembiayaan dapat terus terjaga,” pungkasnya.
(om/ril)








