
OTO Mounture — Selebritas sekaligus presenter Arie Untung mengaku kapok menggunakan mobil Hyundai setelah merasa kecewa dengan layanan purna jual yang diterimanya.
Ungkapan tersebut disampaikan melalui Instagram Story di akun pribadinya dan langsung menyita perhatian publik.
Dalam unggahannya, Arie secara terbuka menyatakan tidak ingin lagi merekomendasikan produk mobil dari Hyundai Motor Indonesia kepada keluarga maupun orang terdekatnya.
“Ngga mau deh ngerekomen keluarga gwe beli apapun produk mobil @hyundaimotorindonesia pelayanannya JELEK PARAAAH!!!,” tulisnya.

BACA JUGA: Panduan Lengkap Cek Fisik Kendaraan 5 Tahunan di SAMSAT
Arie Untung diketahui merupakan pemilik mobil listrik Hyundai Ioniq 5. Dalam unggahan lanjutan, ia bahkan menyatakan keinginannya untuk menjual mobil tersebut karena rasa kecewa yang dialaminya.
Ia juga meminta rekomendasi dari para pengikutnya mengenai mobil listrik yang cocok untuk kebutuhan keluarga, dengan penegasan agar bukan merek Hyundai.
“MAU LANGSUNG DIJUAL AJA NIH MOBIL @hyundaimotorindonesia MINTA REKOMEN DONG MOBIL LISTRIK APA BUAT KELUARGA YANG LEBIH BAIK? ASAL BUKAN HYUNDAI YANG UNTUK KEGIATAN MOBILE?,” lanjutnya.

BACA JUGA: Indomobil Hadirkan Program Aftersales Ramadan 2026, Diskon Suku Cadang Citroen dan Jeep hingga 25%
Hingga kini, belum diketahui secara rinci permasalahan apa yang dialami Arie Untung terkait mobil listriknya maupun layanan purna jual yang dimaksud. Pihak Hyundai Motor Indonesia juga belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya layanan purna jual dalam industri otomotif, terutama pada segmen mobil listrik yang tengah berkembang pesat di Indonesia.
Selain performa dan teknologi, konsumen kini semakin mempertimbangkan kualitas layanan, ketersediaan suku cadang, hingga respons cepat dari pihak diler atau bengkel resmi.
Kasus yang diungkap Arie Untung pun menjadi perhatian publik, sekaligus pengingat bahwa pengalaman pelanggan memiliki peran besar dalam membentuk citra sebuah merek di tengah persaingan pasar kendaraan listrik nasional.
(om/ls)








