Angka Kecelakaan Turun 8 Persen selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

Ilustrasi kecelakaan – Foto: Freepik.com/aleksandarlittlewolf

OTO Mounture — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat angka kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran 2024 mengalami penurunan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan, mengatakan pelaksanaan arus mudik balik tahunan dapat berjalan dengan baik dengan sinergi dan kolaborasi, sehingga mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Pengelolaan arus tahun ini berjalan dengan baik angka kecelakaan lalu lintas secara umum ada penurunan 8% untuk kejadian dan untuk tingkat fatalitas turun 12%,” ujar dia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa faktor penyebab terjadinya kecelakaan selama operasi ketupat 2024 ialah gagal menjaga jarak, kelalaian terhadap lalu lintas dan melampaui batas kecepatan.

“Penyebab kecelakaan yang terbanyak adalah gagal jaga jarak ini ada 1.117 kasus yang kedua ceroboh terhadap lalu lintas yang ada di depannya ini ada 956 kasus, kemudian ceroboh saat belok 553 kasus, melampaui batas kecepatan ada 397 kasus kemudian marka jalan ada 442 kasus,” kata Irjen Pol Aan.

BACA JUGA:

Pengoperasian Jalan Tol Fungsional Lima Puluh – Kisaran dan Tebing Tinggi – Sinaksak Diperpanjang

Jumlah Pelanggaran ETLE Meningkat 15,9 Persen selama Libur Lebaran 2024

“Kerlibatan sepeda motor ada penurunan 8% kalau tahun lalu ada 4.545 tahun ini 4.196 ini mungkin salah satu indikator tingkat kesadaran sepeda motor ini meningkat semakin naik,” tambahnya.

Faktor kelelahan fisik juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas sehingga kehilangan konsentrasi dan gagal menjaga jarak.

“Kalau kita lihat dari model kecelakaannya tabrak belakang ini kemungkinan ada kelelahan karena gagal menjaga jarak konsentrasi kurang, sehingga menabrak belakang ini menjadi salah satu faktor utama,” tegas Kakorlantas.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menuturkan turunnya angka kecelakaan ini secara perlahan bisa mewujudkan keinginan zero accident.

“Satu yang saya lupa bahwa di sektor darat itu angka kecelakaan turun, kecepatan naik dan relatif ini memberikan suatu arti bahwa produktivitas dan apa yang kita inginkan zero accident dan itu menjadi satu yang mungkin belum terdapat tetapi relatif sudah dilaksanakan,” tutur Menhub.

Ia juga mengucapkan terima kasihnya atas kolaborasi yang dibangun antar stakeholder, untuk mensukseskan arus mudik dan balik lebaran 2024 karena jumlah pemudik yang naik signifikan.

“Terima kasih atas kolaborasinya, hal-hal yang penting saya sampaikan bahwa riset menunjukkan angka yang signifikan dan membuat yang kita catat 70% masyarakat Indonesia itu mudik,” tutupnya.

(om/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *