
OTO Mounture — Sebagai langkah nyata menuju transformasi logistik berkelanjutan, ALVA bersama KALISTA berkolaborasi dengan Dash Electric dalam membangun infrastruktur logistik berbasis kendaraan listrik melalui pemanfaatan 500 unit motor listrik ALVA N3.
Kolaborasi ini disebut menjadi salah satu implementasi skala besar kendaraan listrik roda dua di sektor logistik Indonesia.
Inisiatif tersebut menandai pergeseran penting dalam model operasional logistik, dari sistem berbasis bahan bakar fosil menuju EV-native logistic infrastructure yang lebih hijau, efisien, dan terukur.
Tidak sekadar mengganti kendaraan konvensional dengan listrik, pendekatan ini mengintegrasikan armada, pengemudi, teknologi, serta sistem manajemen logistik dalam satu ekosistem end-to-end.
BACA JUGA: BinguoEV Jadi Kontributor Utama Mobil Listrik Wuling Sepanjang 2025
Dalam kerja sama ini, KALISTA menyediakan skema fleet-as-a-service melalui pembiayaan operating lease untuk armada motor listrik ALVA N3 yang dioperasikan oleh Dash Electric.
Model ini memungkinkan ekspansi armada tanpa investasi awal serta mengurangi risiko depresiasi aset, sehingga Dash Electric dapat fokus pada pengembangan jaringan logistik berbasis kendaraan listrik.
Pendekatan tersebut juga membuka referensi baru bagi industri logistik nasional dalam mengadopsi kendaraan listrik, baik untuk segmen roda dua maupun roda empat, secara lebih cepat dan berkelanjutan.
CEO & Co-Founder Dash Electric, Aditya Brahmana, menjelaskan bahwa penggunaan 500 unit ALVA N3 memperluas pemanfaatan armada listrik ke berbagai kebutuhan logistik, mulai dari last-mile delivery, same-day logistics, dedicated fleet untuk brand dan retailer, hingga layanan collection.
Armada motor listrik ini akan mendukung operasional mitra Dash Electric seperti HappyFresh, AlloFresh, Sayurbox, Chagee, dan DHL, sebagai bagian dari aktivitas logistik harian mereka. Seluruh portofolio ini diarahkan untuk mendukung target Net Zero Emission, sekaligus menciptakan efisiensi biaya operasional dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
BACA JUGA: Teknik Pengereman Sepeda Motor yang Benar, Kapan Pakai Rem Depan dan Belakang?
Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha, menyampaikan bahwa keandalan armada menjadi faktor kunci dalam logistik. Oleh karena itu, ALVA tidak hanya menghadirkan motor listrik, tetapi juga solusi fleet management terintegrasi yang transparan dan real-time.
ALVA N3 dipilih karena memiliki jarak tempuh dan kapasitas angkut yang setara motor konvensional, didukung baterai berkapasitas besar dan motor bertenaga tinggi. Hal ini membuatnya mampu beroperasi secara konsisten dalam aktivitas logistik berintensitas tinggi.
Keunggulan tersebut diperkuat oleh ekosistem infrastruktur ALVA, termasuk lebih dari 170 konektor Boost Charging Station di 70 lokasi, layanan purna jual di 120 titik di 38 kota, serta customer service dan roadside assistance 24 jam.
Sebagai penyedia fleet-as-a-service, KALISTA mengintegrasikan sistem IoT miliknya dengan Fleet Management System (FMS) ALVA melalui K-Move Dashboard. Integrasi ini memungkinkan pemantauan armada secara real-time, visibilitas pola penggunaan kendaraan, hingga analitik performa untuk menjaga Service Level Agreement (SLA) secara konsisten.
President Director KALISTA, Albert Aulia Ilyas, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam mendorong elektrifikasi armada logistik nasional secara menyeluruh, dengan pendekatan end-to-end mulai dari perencanaan hingga operasional.
Melalui kolaborasi ALVA, KALISTA, dan Dash Electric, logistik berbasis kendaraan listrik tidak lagi menjadi wacana, melainkan model bisnis yang terbukti dapat dijalankan secara komersial dan scalable di Indonesia.
(om/ril)








