Penjualan Denza di Indonesia Turun di Awal 2026, Distribusi dari Pabrik ke Dealer Menyusut

BYD dan Denza di PEVS 2025

OTO Mounture — Penjualan mobil listrik premium merek Denza di Indonesia mengalami penurunan pada awal 2026. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) tercatat menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini terlihat jelas pada data penjualan Februari 2026, yang berada jauh di bawah capaian Februari 2025.

Berdasarkan data Gaikindo, wholesales Denza pada Februari 2026 hanya mencapai 270 unit, turun 31 persen dibandingkan periode Januari 2026 yang mencatat penjualan sebanyak 392 unit.

Jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year), penjualan wholesales Denza pada Februari 2026 turun drastis dari 912 unit menjadi hanya 270 unit, atau turun drastis sekitar 70 persen.

BACA JUGA: Peralihan Manajemen Belum Berdampak, Penjualan Kia Turun di Februari 2026

Sementara pada sisi retail sales, penjualan Denza memang terjadi kenaikan dari Januari ke Februari 2026. Pada Februari 2026, Denza mencetak penjualan 349 unit, atau 79,8 persen dibanding Januari 2026 yang menjual 194 unit.

Namun jika dibandingkan secara tahunan (yoy), penjualan Denza menurun sebesar 32,7 persen, di mana pada Februari 2025 berhasil menjual sebanyak 519 unit.

Penurunan paling signifikan terlihat pada angka wholesales. Kondisi ini menunjukkan adanya perlambatan suplai kendaraan dari produsen ke jaringan dealer di Indonesia.

Biasanya, wholesales menjadi indikator awal pergerakan pasar karena mencerminkan strategi distribusi dan tingkat permintaan yang diproyeksikan oleh pabrikan.

BACA JUGA: 7 Merek Oli Mobil Terbaik yang Banyak Dipakai di Indonesia, Bikin Mesin Lebih Awet

Meski distribusi dari pabrik menurun, penjualan dari dealer ke konsumen masih menunjukkan pergerakan. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian dealer masih menjual stok kendaraan yang sudah tersedia sebelumnya.

Namun jika dibandingkan dengan Februari 2025 yang mencapai 519 unit, angka ini tetap menunjukkan adanya penurunan minat pasar.

Penurunan penjualan Denza juga terjadi di tengah semakin ketatnya persaingan mobil listrik di Indonesia. Banyak merek baru bermunculan dengan berbagai segmen harga dan teknologi.

Selain itu, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik, mulai dari model entry level hingga premium.

Kondisi ini membuat pabrikan harus semakin agresif dalam strategi pemasaran, distribusi, serta menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *