Penjualan Daihatsu di Indonesia pada Januari 2026 Melemah di Level Ritel, Sinyal Perlambatan Permintaan?

OTO Mounture — Penjualan mobil Daihatsu di Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan dinamika yang kurang menggembirakan, khususnya di level ritel.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi kendaraan dari diler ke konsumen (retail sales) mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya dan juga lebih rendah secara tahunan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai daya beli pasar otomotif nasional di awal tahun.

Dari sisi wholesales (distribusi pabrik ke diler), Daihatsu mencatat penjualan sebanyak 12.513 unit pada Januari 2026, naik 5,1 persen dibanding bulan sebelumnya atau Desember 2025 yang mencapai 11.903 unit, dan naik 25,3 persen dibanding periode sama tahun lalu (Januari 2025) yang menjual 9.983 unit.

Secara bulanan (month-on-month), terjadi kenaikan sekitar 610 unit dibanding Desember 2025. Bahkan secara tahunan (year-on-year), angka ini terlihat lebih tinggi dibanding Januari 2025.

Namun, kenaikan ini dinilai belum cukup kuat untuk mencerminkan perbaikan permintaan riil, mengingat distribusi ke diler belum tentu sepenuhnya terserap pasar.

BACA JUGA: Indomobil Tambah Amunisi EV, Gandeng Leapmotor

Adapun yang menjadi sorotan adalah kinerja retail sales, di mana pada Januari 2026 hanya menorehkan angka penjualan sebanyak 11.202 unit, turun 10,8 persen dibanding Desember 2025 yang menjual 12.555 unit, serta turun 0,9 persen dibanding periode sama tahun lalu atau Januari 2025 yang mencatat 11.305 unit.

Penjualan ritel Januari 2026 turun sekitar 1.353 unit dibanding Desember 2025. Bahkan secara tahunan, angka ini sedikit lebih rendah dibanding Januari 2025.

Penurunan ini mengindikasikan adanya perlambatan pembelian kendaraan oleh konsumen di awal tahun, yang bisa dipengaruhi berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, suku bunga, maupun pola musiman pasca akhir tahun.

Meski wholesales Daihatsu mengalami kenaikan tipis pada Januari 2026, penurunan retail sales menunjukkan sinyal pelemahan permintaan di level konsumen.

Awal tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang bagi Daihatsu di tengah dinamika pasar otomotif nasional. Pergerakan penjualan dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi kunci untuk melihat arah pemulihan industri otomotif Indonesia.

(om/ls)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *